CES 2018

Alibaba Gandeng MediaTek Bangun Ekosistem Rumah Pintar

Agnes Savithri & sat , CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 13:45 WIB
Alibaba Gandeng MediaTek Bangun Ekosistem Rumah Pintar A.I Labs milik Alibaba mengumumkan kerja sama dengan MediaTek terkait inisiasi Internet of Things. (Foto: CNN Indonesia/ Yusuf Arifin)
Jakarta, CNN Indonesia -- A.I Labs milik Alibaba mengumumkan kerja sama dengan MediaTek terkait inisiasi Internet of Things (IoT).

Pengembang produk konsumen bertenaga Artificial Intelligence (AI) ini akan bekerja sama dalam bidang protokol rumah pintar, cip IoT yang disesuaikan serta perangkat keras pintar bertenaga AI.

Pengumuman ini dirilis pada Rabu (9/1) dalam acara pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat. Miffy Chan, Head of Alibaba A.I.Labs menyatakan antusiasme dan tujuan kerja sama tersebut.
"Kami antusias dalam bekerja sama dengan MediaTek untuk mengeksplor kolaborasi dalam ekosistem IoT. Kapabilitas komputasi awan serta AI kami, digabung dengan teknologi canggih MediaTek dalam desain cip dapat menghadirkan keuntungan yang unik bagi solusi konektivitas kami untuk rumah pintar," jelas Chan, seperti dikutip Technode.

Kerja sama ini dinamakan IoTConnect dengan menggunakan protokol IoT yang dibangun sendiri oleh A.I Labs. Inisiasi ini akan dipadukan dengan cip bluetooth baru yang didesain oleh Alibaba bersama MediaTek.

IoTConnect akan menghadirkan akses bagi peralatan rumah tangga berbasis IoT untuk secara otomatis bekerja bersama Tmall Genie, asisten pintar berbasis suara milik Alibaba.

Protokol IoTConnect bertujuan untuk mempromosikan standard konektivitas yang menyatu di antara gawai pintar lainnya. Untuk konsumen, hal ini berarti mereka dapat mengakses beberapa gawai sekaligus melalui portal tunggal, tanpa harus melalui berbagai aplikasi dan kata kunci yang berbeda.
Dengan kata lain, hal ini berarti pengembangan ekosistem rumah pintar yang dikontrol oleh suara akan jadi lebih mudah.

Di Negeri Tirai Bambu, Tmall Genie sendiri memenangkan pasar lokal dengan menjadi satu-satunya speaker pintar yang terjual lebih dari satu juta buah selama acara festival belanja online di Cina.

Inovasi ini merupakan tantangan bagi raksasa teknologi lainnya untuk membuta ekosistem rumah pintar yang menyebabkan perampingan interkonektivitas dan penggunaan perangkat keras dan lunak.
Perkembangan gawai berteknologi IoT berpengaruh bagi pertumbuhan pasar rumah pintar. Dalam penelitiannya, Zion Market Research menyebutkan pada  2022 nanti ukuran pasar rumah pintar di tingkat global akan mencapai pertumbuhan sebesar 14,5 persen per tahun. Angka tersebut setara dengan US$53,45 miliar atau Rp713,90 triliun. (age)