Ponsel ini juga punya bezel (pinggiran layar) yang tipis. Bagi yang tak terbiasa, hal ini membuat jari yang memegang pinggiran ponsel seringkali tak sengaja menyentuh samping layar atau tombol navigasi di bawah ponsel. Hal ini terasa menggaggu, sebab beberapa kali malah mengacaukan pengalaman penggunaan. Saat diuji, layar ini hanya bisa mendeteksi lima sentuhan sekaligus.
Layar Amoled Samsung J7+ (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Tapi, hati-hati jika sedang sial dan ponsel terjatuh dengan posisi layar menghadap bawah bisa jadi yang retak malah kaca bagian dalam ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layar Amoled Samsung J7+ (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Samsung Galaxy J7+ memiliki kamera ganda di bagian belakang ponsel (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Hasil foto Samsung Galaxy Note 8 (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Hasil foto iPhone 6 (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Fitur Live Focus yang bisa menentukan keburaman yang diinginkan dengan menggeser tombol (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Pengguna bisa menyesuikan tingkat keburaman setelah foto diambil (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Cara menentukan tingkat keburamannya hanya dengan menggeser tombol (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Hasil foto Samsung Galaxy Note 8(CNN Indonesia/Eka Santhika)
Hasil foto Samsung Galaxy J7+ (CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Hasil foto iPhone 6 (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Hasil foto saat malam. (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Fitur stiker di kamera Samsung Galaxy J7+ (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Ponsel ini dirancang membulat ditiap lekuknya, membuat nyaman digenggam. Tapi, dipadu dengan bobot ponsel dan material metal membuat ponsel ini rawan selip (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Kartu SIM ponsel ini menggunakan sim ganda. Tapi, sim kedua disatukan dengan slot microSD (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)