'Indonesia Belum Siap dengan eSport'

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 26/01/2018 05:47 WIB
Sejumlah pihak menilai eSport belum bisa berkembang di Indonesia karena tak ada 'pemain' yang siap untuk ikut, walaupun gim olahraga kian populer. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Teguh Yuniswan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring makin populernya game  online, mulai muncul wacana baru dari badan internasional Olimpiade (International Olympic Committee) untuk membuka eSport sebagai cabang olahraga baru.

Terkait dengan hal itu, sejumlah pihak menilai eSport belum bisa berkembang di Indonesia.

Permainan eSport adalah jenis game yang dapat dikategorikan ke dalam olahraga. Permainan daring seperti Counter Strike, Dota 2, hingga FIFA, adalah contoh gim yang bisa masuk ke dalam kategori tersebut.



Soal pendapatan sendiri, misalnya, industri eSport berhasil mendulang pendapatan hampir US$500 juta pada 2016. Angka itu diprediksi meningkat menjadi US$1,5 miliar dengan jumlah 'pemain' hingga 589 juta.

"Kami harus memerhatikannya karena kita tak bisa bilang ini tak berkaitan dengan Olimpiade," ujar Tony Estanguet, salah satu Presiden Olimpiade Paris 2024, seperti dikutip dari BBC beberapa waktu lalu.

Tak heran Dewan Olimpiade Asia memutuskan pada Asian Games 2022 di Guangzhou, China, mereka akan menyertakan eSport sebagai cabang olahraga baru. 

Sulit Mencari Atlet

Sama seperti cabang olahraga lain, butuh atlet untuk mengikuti perlombaan eSport. Indonesia sendiri dinilai belum siap bertanding karena jumlah ‘pemain’ yang minim.

“eSport kalau masuk ke dalam Olimpiade, Asian Games, siapa yang mau kita kirim? Apakah kita ada timnya? Ini adalah fundamental issue," jelas Direktur Discovery Nusantara Capital (DNC) Irene Umar ketika dimintai tanggapannya, Kamis (25/1).


Nico Alyus pun berpendapat demikian. CEO OmniVR itu melihat talenta lokal Indonesia masih sangat tersebar. "Pasti ada, cuma butuh effort untuk menyeleksi, bikin, untuk mencari dari ujung ke ujung, dan menyeleksi lagi," ujar Nico.

Selain itu, para pemain industri gim online di Indonesia dinilai masih belum membentuk ekosistem yang memadai agar eSport tumbuh sebagai cabang olahraga yang mapan.

[Gambas:Video CNN]

(asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK