ROG G703 menjadi model paling mahal yang dirilis oleh Asus di awal 2018 ini. Harganya yang selangit tak lepas dari spesifikasinya yang istimewa.
Hal itu bisa terlihat dari penggunaan prosesor Intel Core i7-7820HK. Asus bahkan mengusungnya sebagai prosesor yang sudah di-overclock sehingga kecepatan komputasinya disebut mencapai 4,5 GHz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Asus Sebut Xiaomi 'Ancaman Serius' |
Dianggap Tak Mahal
Galip Fu, Country Marketing Manager Asus Indonesia, mengakui banderol ROG G703 memang tinggi. Namun banderol itu menurutnya tidak berarti mahal karena ada segmen yang dianggap bisa menyerapnya.
"Harga ROG G703 bisa seperti itu karena dia punya CPU dan GPU terbaik serta performa yang sudah overclock," kata Galip ketika ditemui di acara peluncuran di bilangan SCBD, Jakarta, Kamis (1/2).
"Lagipula kita masih punya Asus PC gaming seri FX yang dalam aspek harga dan performa masih mengalahkan kompetitor," imbuhnya.
Untuk kategori PC gim, termasuk notebook, Asus memang rajanya. Berdasarkan laporan GfK di semester kedua 2017, produsen komputer asal Taiwan itu menguasai pasar laptop gaming berbasis Nvidia GTX sebesar 64,1 persen di Indonesia. Bahkan untuk laptop gaming berukuran 16 inci ke atas, Asus melalui seri ROG memiliki pangsa pasar di Indonesia mencapai 81,9 persen. (evn)