Rakean Shidwii Hasan Ali Wisesa, salah satu panitia Himpunan Astronomi Amatir Jakarta menyebut bahwa antusiasme masyarakat Jakarta terhadap observasi Gerhana Bulan Total sangat besar, meski tak sebesar Gerhana Matahari Total pada 2016 silam.
"GBT ini antusiasnya besar ya, tetapi kalau yang GMT 2016 lalu itu lebih banyak karena ini kan gerhana Bulan ya," kata pria yang biasa disapa Ceca saat bertugas mengawal acara nonton bersama GBT di Taman Ismail Marzuki, Rabu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gerhana bulan total juga lebih sering terjadi. Tetapi yang ini juga tetap spesial," imbuhnya.
Meski demikian ia tak dapat memastikan berapa jumlah pengunjung saat GMT. Sebab saat itu, pihaknya tak menerapkan sistem registrasi dan pengecapan kepada pengunjung.
Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com saat GMT 2016 penonton bahkan hingga tumpah ke jalan. Lalu lintas juga sempat tersendat, terutama sebelum gerhana total pada 9 Maret itu dimulai.
Sementara itu, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta sendiri adalah organisasi yang mewadahi masyarakat dari berbagai latar belakang maupun usia yang memiliki kepeminatan terhadap ilmu astronomi. Organisasi non-profit ini salah satu tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ilmu astronomi.
"Dulunya, orang asing datang untuk menonton fenomena seperti ini tetapi masyarakat lokal malah sangat ketakutan dengan mitos gerhana sampai mereka bersembunyi di bawah selimut. Tapi sekarang orang lokal sudah berubah. Mereka melihat ini sebagai sesuatu yang keren," lanjutnya. (eks)