Yoshida akan mengambil posisi puncak di Sony mulai 1 April 2018, menggantikan Hirai yang telah menjadi CEO sejak 2012. Hirai akan tetap berada di Sony sebagai dewan direksi.
"Saya akan mengambil alih fondasi manajemen yang dibangun di bawah kepemimpinan Hirai, dan untuk meningkatkan daya saing Sony sebagai perusahaan global," kata Yoshida sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika perusahaan mendekati titik penting, ketika kita akan memulai sebuah rencana jangka menengah baru, saya menganggap ini sebagai saat yang ideal untuk mengalihkan kepemimpinan ke manajemen baru, untuk masa depan Sony dan juga bagi diri saya untuk memulai bab baru dalam hidup saya," tambahnya.
Kenichiro Yoshida CEO baru Sony. (dok. AFP PHOTO / Kazuhiro NOGI) |
Hirai sendiri menduduki posisi CEO selama sekitar lima tahun dan bekerja sama dengan Yoshida untuk membalik keadaan keluar dari krisis keuangan dalam beberapa tahun belakangan. Di antara inisiatif utamanya, Sony merampingkan divisi mobile dengan merumahkan banyak karyawan.
Dia mengantarkan PS4 memberikan kontribusi keuntungan sangat besar bagi Sony. Selebihnya, perusahaan asal Jepang ini bukan hanya fokus ke peranti keras tapi juga ke peranti lunak dan mengembangkan kecerdasan buatan.
Sony juga menunjukkan keuangan tahunan terkuat dalam sejarah 72 tahun berdiri. Sony diperkiraan memiliki laba operasi sebesar 720 miliar yen untuk tahun ini sampai Maret 2018, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 630 miliar yen yang juga merupakan rekor tinggi.
Menurut analis, tantangan Yoshida adalah memastikan Sony mempertahankan momentum ini. Sony juga harus menyiapkan dampak setelah restrukturisasi dan kemungkinan berkurangnya permintaan sensor gambar. (kst/evn)
Kenichiro Yoshida CEO baru Sony. (dok. AFP PHOTO / Kazuhiro NOGI)