Seperti dikabarkan pertama kali oleh Reuters, Rabu (13/12), keputusan Google membangun pusat riset AI tak lepas dari keinginan merekrut talenta lokal China.
Pemangku kebijakan di China disebut mendukung rencana Google tersebut. Hanya saja mereka tetap mensyaratkan pusat riset itu mengikuti aturan ketat termasuk pemberlakuan sensor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layanan digital populer Google seperti Gmail, Google Drive, Play Store, dan lainnya, tak bisa diakses di China.
Ini terlihat dari turnamen catur Go yang Google adakan di China. Turnamen itu mengadu AI buatan Google dengan juara dunia catur Go, Ke Jie, yang berkebangsaan China.
Tak lama ini, CEO Sundar Pichai juga hadir dalam sebuah konferensi yang digelar oleh Cyberspace Administration of China, regulator internet tertinggi di negara itu. Pichai juga mengusung isu AI dalam kesempatan itu. (evn)