Melalui halaman supportnya, Lenovo mengumumkan telah bekerjasama dengan Consumer Product Safety Commission (CPSC) AS untuk melakukan penarikan produknya. Menurut CPCS, 78 ribu laptop harus ditarik dari Amerika Serikat dan Kanada.
Sementara itu, Lenovo mengklaim baru mengetahui masalah ini beberapa pekan lalu. Perusahaan asal China tersebut menyalahkan proses manufaktur yang tidak sempurna sebagai penyebab laptop yang dibuat antara Desember 2016 hingga Oktober 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lenovo memungkinkan pengguna untuk mengecek apakah laptop mereka harus dibawa ke service center untuk disempurnakan. Layanan ini bersifat cuma-cuma. Namun tidak dijelaskan berapa hari yang dibutuhkan untuk memperbaiki sekrup yang terpasang tak sempurna itu.
Catatan Redaksi: Redaksi mengubah judul pada Jumat (9/2) pukul 12.20 WIB. (age)