Terobosannya pada teknologi augmented reality (AR) telah dimulai sejak bulan September 2015 dengan meluncurkan lensa bermotif pelangi pada platform.
Snapchat semakin menekuni AR dengan membuat Studio Lens pada Desember 2017 yang mampu membuat lensa bertenaga AR. Lensa tersebut dimodifikasi dengan menggunakan seperangkat alat kreatif desktop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami takjub dengan kecerdikan masyarakat dan tidak sabar untuk melihat apa yang mereka buat selanjutnya," jelas Spiegel, seperti dikutip Business Insider pada Selasa (6/2).
Ironisnya, di bulan yang sama dengan Snapchat membangun Studio Lens, Facebook yang terkenal sering 'terinspirasi' dari Snapchat memodifikasi fitur pada aplikasinya.
Perusahaan besutan Zuckerberg ini menyematkan teknologi serupa pada aplikasi Facebook Messenger.
Meski demikian, para analis optimis dengan kebangkitan Snapchat yang tak hanya didukung dari profit kuartal empat 2017 lalu, tetapi juga dari statistik pengguna aktif hariannya.
Lihat juga:Facebook Messenger Sediakan Efek AR |
Kenaikan grafik ini menandai jumlah pengguna harian Snapchat setahun lalu meningkat sebesar 18 persen.
Para investor pun dikabarkan semangat dengan pencapaian Snapchat. Pasalnya, strategi perusahaan fokus pada pengembangan aplikasi dibandingkan terdistraksi dengan sepak terjang Facebook.
"Mereka akan menjadi kompetitor lagi, dan Snap mengerjakan tugas yang baik untuk berkompetisi dalam hal pendapatan," jelas Michael Pachter dari Wedbush Securities, seperti dikutip Reuters pada Rabu (7/2). (sat)