ITS akan Uji Coba Mobil Listrik dari Sabang ke Merauke

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 12/02/2018 14:20 WIB
ITS akan Uji Coba Mobil Listrik dari Sabang ke Merauke Mobil listrik buatan ITS akan diuji coba dari Sabang sampai Merauke. (Dok. ITS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan menguji coba tiga mobil ramah lingkungan dengan mengeliling Indonesia mulai Agustus hingga Desember 2018. Uji coba ini untuk mendukung riset lebih jauh mengenai kendaraan 'hijau' di Indonesia.

Kegiatan untuk kali pertama digelar ITS itu akan melintasi 35 provinsi di Indonesia. Direncanakan perjalanan akan dimulai dari di titik nol Indonesia, Sabang, Aceh sampai Merauke dan akan selesai dalam waktu kurang lebih 100 hari atau empat bulan.

"Dari sini akan terlihat apakah inisiasi pemerintah dalam mengintegrasikan infrastruktur Indonesia betul-betul terwujud atau tidak," kata Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS Muhammad Nur Yuniarto kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/2).
Ada tiga kendaraan ramah lingkungan yang ikut dalam kegiatan ini yaitu Blits atau mobil yang digerakan dengan tenaga listrik murni bergaya reli dakar yang menggunakan motor berdaya 100 kW yang dikencani transmisi CVT. Kesemuanya rancangan PUI SKO ITS.


Mobil kedua adalah Bits Penjelajah hybrid yang menggabungkan motor listrik dan mesin diesel yang mampu 'minum' minyak jelantah. Mobil terakhir adalah kendaraan konvensional berbasis Ford Ranger yang dimodifikasi system bahan bakarnya sehingga juga bisa menggunakan minyak jelantah.

"Mobil tersebut sedang dalam proses dan target bulan Juni sudah selesai dibangun mobilnya," jelas Nur meyakini.

Mobil listrik ITS Bits PenjelajahMobil listrik ITS Bits Penjelajah (Dok. ITS)
Dengan kegiatan tersebut, ITS memiliki tujuan untuk mempromosikan penggunaan energi ramah lingkungan dalam bidang transportasi ke seluruh masyarakat di dalam negeri.

Program ini sekaligus menyampaikan kepada dunia bahwa para peneliti di Indonesia tidak kalah dengan asing dalam merancang atau bahkan merakit kendaraan ramah lingkungan.

"Memberitakan kemampuan para insinyur Indonesia di dalam merancang kendaraan listrik dan atau kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan," imbuh Nur.

Blits sendiri adalah pengembangan dari mobil listrik Ezzy II yang menggunakan tenaga baterai sebesar 20 kWh dengan kemampuan jarak tempuh 130 km. Mobil ini juga hasil mahasiswa ITS yang cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia.
(mik)