Sedangkan harganya 448 ribu yuan atau setara dengan Rp923 juta. Bandrol tersebut lebih murah setengah dari harga unit Tesla Model X. Sebab, Nio mendapat insentif pemerintah hingga Rp89,5 juta karena berstatus rakitan lokal.
Sementara Tesla, yang telah menjual produknya di China beberapa tahun belum juga mendapat insentif dan subsidi, lantaran masih impor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau telah diluncurkan, produksi masal mobil ini baru akan dimulai tahun depan. Nio sendiri sebelumnya dikenal dengan sebutan NextEV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu perusahaan bakal mengembangkannya sistem swapping (tukar) cepat baterai yang hanya membutuhkan waktu selama tiga menit. NIO mengatakan akan membangun 1.100 stasiun swapping baterai di seluruh negeri pada 2020, demikian dilaporkan The Verge. (eks)