Dalam dokumen pengajuan, SpaceX diketahui berencana membuat konstelasi 4.000 satelit internet. Jika proyek berjalan sesuai jadwal, peluncuran satelit yang menjangkau seluruh dunia akan dilakukan pada tahun 2019.
Namun, nampaknya SpaceX mengambil langkah lebih cepat dari jadwal, karena perusahaan berencana untuk meluncurkan satelit pengujian pertamanya pada akhir pekan nanti (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa tahun yang lalu, ide seperti ini akan dianggap gila. Namun dengan peluncuran Falcon Heavy yang baru-baru dan munculnya pesawat luar angkasa yang dapat digunakan kembali, pengiriman 4.000 satelit di orbit sangat mungkin dilakukan.
Peluncuran ini akan menempatkan dua satelit uji, Microsat 2a dan 2b, ke orbit. Satelit ini akan menguji koneksi dengan stasiun darat di Washington, California, dan Texas, ditambah receiver di mobil van yang tersebar di seluruh AS.
Menurut Popular Mechanic, SpaceX sebenarnya bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki rencana untuk menyediakan akses internet global. Boeing, Samsung, OneWeb, dan lainnya juga memiliki rencana untuk meluncurkan konstelasi satelit mereka sendiri selama beberapa tahun ke depan.
SpaceX mencuri langkah dari rival-rivalnya karena memiliki roket yang diperlukan untuk membawa satelit tersebut ke luar angkasa.
Proyek ambisius ini pertama kali diumumkan pada 2015 silam. Sejak saat itu, perusahaan terus mengajukan pengajuan lisensi dan proposal kepada FCC untuk mulai peluncuran pertama di 2019. (evn)