Setiap kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk tujuan baik, justru memiliki potensi yang bisa disalahgunakan juga.
Riset berjudul 'The Malicious Use of Artifiial Intelligence: Forecasting, Prevention, and Mitigation' mengungkap dua sisi yang akan selalu membayangi kemajuan AI dalam lima tahun kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi bahaya dari sisi digital disebut bisa memicu kemunculan phising otomatis dengan membuat email, situs, dan link palsu untuk mencuri informasi. Dismaping itu peretasan disebut bisa terjadi dengan lebih cepat dan sistem AI yang bisa dikelabui.
Informasi pribadi yang tersedia untuk publik juga berpotensi dipakai oleh orang tidak bertanggung jawab untuk hal-hal merugikan. Mengutip Quartz, para pakar berharap hasil riset ini membantu industri, akademisi, dan pemerintah menyikapi tren adopsi AI dengan lebih bijak.
Riset yang melibatkan pakar dari kalangan akademisi dan industri dari 14 institusi di Oxford, Inggris juga kian aktif mencari solusi potensial untuk menghadapi bahaya yang disebutkan di atas. (evn)