Peneliti Terima Sinyal dari Bintang Pertama di Alam Semesta

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 02/03/2018 11:18 WIB
Peneliti Terima Sinyal dari Bintang Pertama di Alam Semesta Ilustrasi galaksi (AFP PHOTO / Ye Aung THU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para peneliti menerima sinyal radio yang diduga didapat dari bintang pertama. Temuan ini disebutkan bisa mengungkap misteri terbesar alam semesta. Temuan ini juga memberikan akan memberikan informasi mengenai bagaimana bintang dan segala sesuatu disekitarnya dimulai.

Anehnya, ternyata hidrogen yang ditemukan pada masa-masa awal terbentuknya alam semesta ternyata dua kali lebih dingin dari yang sebelumnya diperkirakan. Masih belum jelas mengapa hal ini terjadi.

Temuan ini akan makin mengungkap misteri bagaimana galaksi dan bintang terbentuk, begitu juga soal materi gelap yang ada disekitar kita namun tetap misterius.


Materi gelap ini tidak pernah terlihat, tapi diperkirakan membentuk sebagian besar massa di alam semesta.

"Pertanyaan dari maeri gelap alam ini berada di rangking trtinggi misteri astrofisika abad ini," jelas Poshak Gandhi, associate professor di Universitas Astronomy Group Southampton.

Peneliti juga menduga suhu hidrogen yang lebih dingin tadi ada kaitannya dengan keberadaan materi gelap. Pertemuan antara materi gelap dan hidrogen panas menghasilkan materi "normal".

Para peneliti membedah gelombang radio dari luar angkasa dan menemukan sinyal lemah yang timbul ketika bintang pertama "menyala" pada 180 juta tahun setelah kelahiran semesta.

Dari pengamatan, bintang tua ini juga memiliki hidrogen disekitarnya. Radiasi ultra violet mengganggu atom hidrogen, yang menciptakan emisi sinyal.

"Ini adalah sinyal pertama ketika bintang mulai terbentuk dan berpengaruh pada medium disekitar mereka," jelas Dr Alan Rogers, salah satu peneliti dari Institut Teknologi Massachusetts.

"Apa yang terjadi di periode ini adalah beberapa radiasi dari bintang pertama mulai membuat hidrogen terliha dan menyerap radiasi. jadi Anda mulai melihat siluet pada frekuensi radio."

Sebelum itu, alam semesta gelap dan sebagian besar diisi oleh hidrogen. Tapi, bagaimana bintang bisa terbentuk masih sulit diketahui. Sebab, sebagian besar material yang ditemukan di alam semesta saat ini terbentuk dari bintang.

"Seluruh sejarah semesta penting untuk menyemai semua struktur yang kita lihat di alam semesta saat ini," jelas Carole Haswell, Head of Astronomy dari Universitas Terbuka.

"Jadi Galaksi Bima Sakti mulai terbentuk di saat itu dan sifat dari bintang-bintang pertama itu sangat memengaruhi cara terbentunknya galaksi," lanjutnya seperti dikutip The Independent. (eks/eks)