"Masih bisa SMS dan telepon kok. Padahal aku dari kemarin belum berhasil registrasi" jelas Qamaril Andani, salah seorang karyawan swasta di Jakarta saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (1/3).
Qamaril menyebut bahwa ia kesulitan melakukan registrasi pada kartu prabayar Telkomsel miliknya karena ia mendapat pesan yang menyebut adanya ketidak sesuaian antara nomor NIK dan KK miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah coba registrasi berkali-kali, tapi enggak ada balasan. Lalu, saya coba lagi SMS balasannya bilang saya gagal registrasi dan diminta untuk melanjutkan ke Dukcapil karena harus verifikasi NIK dan KK," jelasnya lagi.
"Ya, saya jadinya pasrah aja. Udah usaha juga kan soalnya, kalau mau diblokir ya, blokir ajalah," ujarnya lagi.
Tanggapan operator
Sementara itu, saat dihubungi pihak Telkomsel dan Indosat menyebut hal ini terjadi karena pelaksanaan pemblokiran dilakukan secara bertahap.
"Karena pemblokiran dilakukan bertahap," jelas Denny Abidin, General Manager External Corporate Communications Telkomsel.
Sehingga beberapa pengguna yang belum melakukan registrasi memang masih bisa melakukan panggilan keluar dan SMS keluar yang seharusnya sudah terblokir per 1 Maret 2018.
"Itu bertahap, jadi sistem IT (information technology) kalau ada perubahan sistem nggak mungkin satu hari langsung berubah," jelasnya.
"Apalagi ini skala nasional, pasti bertahap. SMS blast aja ngga bisa seluruh Indonesia terkirim semua dalam sehari," lanjutnya.
Jadi, Deva menyimpulkan bahwa terjadinya peristiwa pengguna yang masih bisa melakukan SMS dan telepon dan keluar itu karena kapasitas pemblokiran yang memang dilakukan secara bertahap, bukan karena kegagalan sistem.
Lihat juga:Tahapan Pemblokiran Registrasi Kartu SIM |
Sejalan dengan itu, Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Muhammad Imam Nashiruddin mengungkapkan pemblokiran memang dilakukan secara bertahap yaitu tiga tahap rentang waktu. Hal ini mempertimbangkan kesulitan yang mungkin dihadapi masyarakat kita dalam melakukan registrasi.
"Tetap bisa registrasi, tapi layanan diblokir sampai berhasil registrasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Imam menambahkan Indonesia ini luas dan beragam, sehingga kondisinya berbeda-beda.
"Memblokir dalam jumlah banyak dan tersebar tentu perlu waktu. Makanya diberikan rentang waktu," tambahnya.
Dia menjelaskan esensi dari registrasi ini bukan pada blokirnya, tetapi segera registrasi ulang. (eks/asa)