Bus Listrik Moeldoko Akan Diujicobakan di Bandara Soetta

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Sabtu, 03/03/2018 14:53 WIB
Bus Listrik Moeldoko Akan Diujicobakan di Bandara Soetta Dua unit bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) akan melalui ujicoba untuk jadi alat angkut penumpang bandara Soekarno Hatta menuju pesawat.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan kedatangan dua unit bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sebagai alat angkut penumpang dari terminal menuju pesawat.

Dua unit bus ini masih bersifat ujicoba dan belum ada pemesanan masif dari PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan kendaraan ini nantinya akan bergerak dari satu terminal ke terminal lainnya.

Namun, ia belum bisa menentukan jadwal dua bus ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta karena bus besutan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ini harus melewati serangkaian tes.


"Kami akan menyediakan tempat untuk ujicoba dan rencananya akan ditaruh dua unit. Kapan tepatnya, nanti tergantung MAB dapat sertifikasi dan uji kelaikan dari Kementerian Perhubungan," jelas Awaluddin, Sabtu (3/3).

Meski belum resmi memesan bus tersebut, ia mengatakan bahwa bus listrik ini bisa mengangkut lebih banyak orang ketimbang armada bus yang selama ini dimiliki AP II. Sehingga, ini bisa menghemat waktu embarkasi dan keberangkatan penumpang di terminal yang tak memiliki garbarata.

Ia mencontohkan, saat ini dibutuhkan dua hingga tiga armada bus demi mengangkut penumpang yang turun dari pesawat berbadan sempit dengan jumlah rata-rata 120 orang. Kehadiran bus ini bisa membuat penumpang bisa ditampung ke dalam satu unit bus saja.

"Lagipula, kalau cuma satu bus saja itu lebih aman. Karena di airsite ini kan banyak sekali arus lalu lintas pesawat. Tapi, kami tidak akan segera mengganti armada yang kami punya, karena ini kan masih ujicoba," lanjut dia.

Sementara itu, Moeldoko mengatakan bahwa bus listrik pabrikannya bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Selain itu, bus ini merupakan pengembangan dari prototipe ke-dua sejak dikembangkan Maret tahun lalu.

Ia mengaku sudah mendapat banyak permintaan dari Perusahaan Otobus (PO) Sabar Subur dan Pahala Kencana dengan total 200 unit, dan juga perusahaan transportasi seperti PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Hanya saja, ia tak bisa menyebut kapasitas produksi busnya per bulan.

"Tapi kalau kapasitas produki bus kami, itu tergantung permintaan. Kalau produksi 30 unit per bulan, ya itu bisa saja," ujarnya dia.
(vws)