Perbedaan Dua Pabrik Esemka di Boyolali dan Bogor

Claudea Novitasari, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 16:28 WIB
Perbedaan Dua Pabrik Esemka di Boyolali dan Bogor Fasilitas produksi Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. (Dok. Claudea Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) diketahui menyiapkan dua pabrik untuk memproduksi mobil nasional Esemka. Pabrik pertama berada di Cileungsi, Bogor dan pabrik kedua berdiri di Boyolali, Jawa Tengah, di mana keduanya saling berhubungan untuk memproduksi Esemka.

Meski saling berhubungan, namun kedua pabrik yang letaknya berjauhan tersebut akan memiliki fungsi yang berbeda seperti dijelaskan mantan Direktur Teknik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Dwi Budhi Martono.

Sebagai gambaran, pabrik di Cileungsi untuk menopang aktivitas produksi pabrik utama yang berada di Boyolali. PT ACEH yang memusatkan kegiatan produksi di pabrik Boyolali karena lahannya lebih luas dan lebih lengkap daripada fasilitas pabrik di Cileungsi.
Pabrik di Boyolali dengan luas 14 hektare itu nantinya juga akan tersedia berbagai fasilitas mulai dilengkapi lokasi uji coba berstandar internasional, uji kebocoran, dan uji kesenyapan kabin penumpang. Sistem pengujiannya menggunakan sampling secara periodik. Mengambil satu unit dari setiap 50 unit mobil yang diproduksi.


"Kalau di Boyolali lebih pas pada produk khusus yang ditangani. Kemudian sebagai posisi formal, mobil Esemka diproduksi di mana? di Boyolali. Itu secara formal begitu, walau pun di-support dari Bogor," kata Martono saat ditemui CNNIndonesia.com di Solo, Jawa Tengah.

"Harapan kami, walau pun kami banyak belajar dan banyak dipandu oleh banyak teman-teman yang sudah berpengalaman soal itu, kayanya hal-hal yang seperti itu tetap harus perlu dilakukan," ucap pria akrab disapa Toto itu.
Dijelaskan Toto, belum dimulainya aktivitas produksi di kedua pabrik tersebut dampak dari belum siapnya fasilitas di Boyolali yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.

Pantaun CNNIndonesia.com dari pabrik Esemka di Boyolali beberapa waktu lalu, memang masih terlihat proses pembangunan di beberapa bagian pabrik.

Bangunan mirip showroom mobil yang berada di bagian depan pabrik juga nampak terlihat kosong. Tidak ada manajemen PT ACEH yang bisa ditemui untuk dimintai keterangan. Hanya ada petugas keamanan dan beberapa pekerja bangunan yang keluar masuk ke area pabrik tersebut.
Awalnya, Esemka adalah mobil yang dirakit secara manual dengan buatan tangan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Melalui PT SMK, perusahaan yang dibentuk oleh 11.000 koperasi SMK di Indonesia, mobil SUV Esemka Rajawali R2 bisa diproduksi secara massal.

Beberapa prototipe mobil lainnya yang juga berhasil dibuat adalah Esemka Bima 1.1, 1.3, 1.8 yang berjenis pikap, Esemka Borneo berjenis mini bus dengan 16 kursi, Esemka Digdaya 1 dan Esemka Digdaya 2 berjenis pikap dengan kabin ganda.

Nantinya, produksi mobil Esemka akan dirakit menggunakan mesin oleh PT ACEH. Sementara untuk penjualan mobil Esemka ditargetkan akan mulai dilakukan pada tahun ini. (mik)