Salah satu indikator kooperatif yang dimaksudnya antara lain kerjasama untuk menghalau konten negatif yang jadi permintaan pemerintah.
Menurut catatannya di tahun 2016, Facebook dan Instagram Kominfo meminta untuk menurunkan 501 akun. Namun yang berhasil ditanggalkan hanya 252 akun dan konten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kominfo Ajukan Syarat Buka Blokir Tumblr |
Sementara di tahun 2017, pria yang kerap disapa RA menyebut respons Facebook menjadi lebih baik. Konten yang tidak diturunkan hanya tersisa 304 persen dari total 806 permintaan.
Permintaan serupa juga dilayangkan Kominfo terhadap Twitter. Dari 522.901 permintaan, tersisa 1.238 laporan konten yang belum ditindak.
Di sisi lain, Rudiantara menilai tingkat performa kerjasama penanganan konten tertinggi sejauh ini dengan Telegram. "Di tahun 2017, kita minta 110 konten di Telegram dibersihkan dan itu dilakukan semua oleh mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta dukungan masyarakat untuk menindak tegas OTT yang dianggap tidak menuruti permintaan pemerintah.
"Kami punya catatan siapa yang kooperatif dan tidak. Yang tidak kooperatif saya mohon dukungan, mau diblokir atau dibiarkan?," ungkapnya. (evn)