"Seluruh wilayah di dunia antara lintang-lintang tersebut berpotensi terdampak, bukan hanya Indonesia. Tapi potensi jatuh di wilayah pemukiman sangat kecil," ucap dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (13/3).
Seperti diberitakan, Tiangong-1 diperkirakan akan jatuh di wilayah yang berada di antara 43 derajat lintang utara - 43 derajat lintang selatan. Sementara, letak geografis Indonesia berada di 6 derajat LU - 11 deajat LS dan 95 derajat BT - 141 derajat BT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan tersebut biasanya tersimpan dalam tabung yang tidak habis terbakar saat jatuh memasuki atmosfer Bumi. Ia mengimbau warga tak memegang benda aneh yang kemungkinan ditemui.
Menyoal perkiraan waktu jatuhnya Tiangong-1, Thomas mengatakan wahana antariksa yang dikenal dengan sebutan Heavenly Palace 1 itu kemungkinakn mulai memasuki atmosfer Bumi di awal April.
Wahana antariksa dengan bobot 8,5 ton juga disebut mengancam sejumlah negara seperti Amerika Serikat bagian selatan, Spanyol, Portugis, Yunani, China, Timur Tengah, dan sejumlah negara di sekitarnya. Kemungkinan Tiangong-1 menghantam kepala manusia disebut "satu juta kali lebih kecil".
Sejumlah ahli sempat menyebut wahana antariksa ini akan menjadi serpihan dan tidak berbentuk utuh lagi ketika menyentuh atmosfer Bumi.
Tiangong-1 sendiri sebenarnya dirancang dengan masa hidup hingga 2013, namun pemerintah memutuskan untuk memperpanjang usia penggunannya. Hanya saja, pada 2016 China mengumumkan telah kehilangan kontak dan kendali dengan satelit Tiangong-1.
Aerospace Corporation mengklaim Tiangong-1 hilang kontrol sejak Juni 2016. (evn)