"Kadang-kadang bisa mencapai sepuluh kali lipat dari biasanya ketika nilai digital asset sedang naik," ujar CEO Indodax Oscar Darmawan dalam jumpa pers di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).
Oscar mengklaim perputaran uang tersebut menjadikan Indodax sebagai pusat perdagangan mata uang kripto di Indonesia dan Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indodax sendiri adalah transformasi dari yang dikenal sebelumnya sebagai Bitcoin Indonesia. Sebagai tempat memperdagangkan cryptocurrency, Indodax menyediakan sejumlah koin alternatif.
"Setidaknya akan ada satu digital asset baru setiap bulan," janjinya.
Bitcoin Indonesia Ganti Nama
Sejalan dengan itu, Indodax sendiri baru berganti wajah dari nama sebelumnya yakni Bitcoin Indonesia. Indodax merupakan singkatan dari Indonesia Digital Asset Exchange. Perubahan nama diambil untuk memperjelas masyarkast soal jenis bisnis yang mereka jalankan.
Oscar mengaku selama ini kerap ada kesalahpahaman selama perusahaan memakai nama Bitcoin Indonesia.
Lihat juga:Bitcoin Bikin Runyam Proses Cerai di Inggris |
Dahulu perusahaan memang sempat menyediakan fasilitas pembayaran menggunakan Bitcoin. Namun lama fasilitas itu dihilangkan karena tak sesuai peraturan yang berlaku.
Pergantian nama menjadi Indodax ini menegaskan kembali bahwa mereka perusahaan jual-beli mata uang kripto semata.
"Kami tidak ada tujuan ICO (Initial Coin Offering), kami murni bisnis exchange karena visi kami untuk mempertemukan orang dengan publicly chain token," jelasnya.
Lihat juga:Fenomena Mata Uang Samar yang Selalu Gaduh |
Pada aplikasi mobile, Oscar memastikan perubahan nama tak akan mengganggu kelancaran perdagangan koin oleh 1,1 juta anggotanya. Lalu di situs web, meski alamatnya berubah, anggota Indodax tetap bisa mengaksesnya dari alamat yang lama. (age)