Melalui laman resminya, YouTube secara gamblang menjelaskan kebijakan barunya. Hampir segala konten yang berkaitan dengan senjata api, entah itu jual-beli senapan, amunisi, atau aksesoris seperti peredam suara, masuk ke dalam daftar larang YouTube.
Mereka pun turut melakukan penyensoran video yang menampilkan teknik merakit senapan. Dari sekian banyak larangan itu, YouTube hanya memperbolehkan video berisi demonstrasi senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YouTube sejatinya sudah bertahun-tahun melarang penjualan senjata api di platform mereka. Hanya saja semenjak insiden penembakan yang terjadi di Amerika Serikat, YouTube terus memperketat aturan video mereka berkenaan senjata api.
Belum lama, YouTube mengambil langkah lebh serius menyikapi hoaks. Mereka berencana menempel kotak teks berisi laman Wikipedia dengan informasi yang relevan sebagai pembanding video yang diduga bernada bohong.
Keseriusan YouTube mengendalikan konten negatif tak lepas dari rentetan insiden memilukan di AS. Paling anyar adalah penembakan di sebuah sekolah di Florida.
Tak lama insiden itu diketahui publik, sebuah teori konspirasi justru berkembang liar. Teori konspirasi itu menyebut David Hogg, korban yang selamat, sebagai dalang penembakan itu.