Kreativitas, Nilai Tambah Robot Buatan Indonesia

RBC, CNN Indonesia | Minggu, 22/04/2018 14:29 WIB
Kreativitas, Nilai Tambah Robot Buatan Indonesia Ilustrasi. Kreativitas jadi salah satu nilai tamah robot buatan Indonesia dibandingkan negara lain. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Youth Robotic Competition (IYRC) hari ini (22/4) digelar di Indonesia Convention Exhebition (ICE), Tangerang Selatan. Kompetisi tingkat nasional ini bertujuan menyeleksi robot karya anak bangsa untuk nantinya mewakili Indonesia di perlombaan berskala internasional pada bulan Agustus mendatang di Thailand.


Ketua Indonesia Youth Robotic Association (IYRA) Firdiansyah mengatakan kompetisi ini diikuti oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari 200 sekolah. Terdapat 10 provinsi yang mengirimkan putera-puteri terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini.


"Biasanya kita mengirim 50 sampai 100 anak [ke kompetisi tingkat internasional], satu tim terdiri dari dua orang," kata Firdiansyah saat ditemui di gedung ICE, BSD, Minggu (22/4).


Ia menerangkan, kompetisi robotik sendiri terbagi ke dalam beberapa kategori. Indonesia akan mengirimkan perwakilan untuk setiap kategori, tetapi juga akan mengatur strategi dengan cara mengirimkan personil lebih banyak untuk kategori-kategori yang memiliki peluang besar untuk dimenangkan.

Firdiansyah menyebut selama ini tim robotik Indonesia cukup kuat di kategori creative, yakni kategori yang memperlombakan bagaimana peserta berinovasi dalam menciptakan robot yang sesuai dengan tema yang ditetapkan.

Kreativitas, Nilai Tambah Robot Buatan IndonesiaKetua Indonesia Youth Robotic Association (IYRA) Firdiansyah. (Foto: CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)

"Kita sering menang di kategori itu. Kalau bicara teknologi, mungkin negara lain lebih maju, tapi kita punya kreativitas," ujar Firdiansyah.

Misalnya pada kompetisi dua tahun lalu yang diselenggarakan di Korea Selatan, tim robotik dari Indonesia menang di kategori creative dengan membuat mesin batik.

Pada kompetisi tahun lalu di Malaysia pun Indonesia berhasil menyabet juara pertama di kategori yang sama dengan membuat robot pemberi makan otomatis untuk binatang.


Firdiansyah menyebut, robotik sangat baik untuk dipelajari karena proses membuat robot dapat memicu kreativitas dan keahlian untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat terjadi di era ini.


"Melalui robotik kita mengajarkan anak-anak untuk kreatif, mengajarkan mereka bagaimana menjadi technopreneur; entrepreneur berbasis teknologi," tuturnya.


Ke depan, Firdiansyah berharap industri robot akan mendapat lebih banyak dukungan dari pemerintah dan masyarakat, agar dapat berkembang lebih pesat lagi di tanah air. (evn)