Dihimpun dari berbagai sumber, MJO pertama kali diteliti pada tahun 1971 oleh Rolan Madden dan Paul Julian menganalisis anomali angin yang bergerak dari barat ke timur di Pasifik tropis. Hasil penelitian ini kemudian mengejutkan mereka karena diketahui ada osilasi berperiode 40-50 hari yang kemudian dikenal dengan sebutan MJO.
MJO sendiri merupakan variasi intraseasonal yang kerap terjadi di daerah tropis. Fenomena ini belakangan populer sebagai bagian yang disertakan dalam kajian meteorologi sejak ada fase El Nino 1982-1983.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hal paling menarik dari MJO yakni pergerakannya saat mengelilingi Bumi dari arah barat ke timur. Pergerakan paling dominan akan terlihat di sekitar samudera Hindia dan Pasifik barat.
Sedangkan fase konvektif yang ditekan, angin akan berkumpul di bagian atas atmosfer sehingga memaksa udara untuk tenggelam dan menyimpang di permukaan.
Perubahan curah hujan dan angin pada femonea MJO dapat memodulasi waktu dan memengaruhi kekuatan siklon hampir di semua cekungan samudera. Akibatnya, angin dingin akan berhembus dan berujung dan perubahan cuaca panas ekstrem. (evn)