Kehadiran Rudiantara ke hadapan pers pada Senin (7/5) siang ditemani oleh Vice President Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner, Law Enforcement Facebook Asia Pacific James, dan Head of Public Policy Facebook Indonesia Ruben Hattari.
Rudiantara mengaku sudah meminta jejaring sosial itu menyelidiki kemungkinan aplikasi penambang data lain serupa yang dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica. Ia merujuk pada penemuan aplikasi CubeYou dan AggregateIQ setelah insiden kebocoran data yang melibatkan 1 juta pengguna asal Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang beresin lagi sisanya," katanya.
Semakin tinggi persentase angkanya, semakin tinggi tingkat kepatuhan media sosial dalam menindak konten negatif.
Di sisi lain, Simon Milner menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil investigasi otoritas Inggris sembari mengaudit aplikasi penambang data serupa yang dimanfaatkan Cambridge Analytica yang beredar pada 2014 lalu.
Milner berjanji akan segera mengabari publik dan pemerintah Indonesia ketika hasil audit tersebut selesai.
"Jadi kami sedang meneliti kegiatan serupa yang dilakukan Alexander Kogan dengan Cambridge Analytica. Ketika ada temuan defintif kami akan membaginya secepat mungkin," tutur Milner. (evn)