Country Manager Carsome Indonesia Andreas Djingga mengatakan ada berbagai alasan mengapa produk China tak diminati. Dan paling berpengaruh adalah soal citra mobil China.
"Jujur mobil dari China masih sulit. Pertama secara persepsi belum kuat brand-nya. Orang masih khawatir, ragu. Ini brand bakal kabur tidak dari Indonesia," kata Andreas di Jakarta, kemarin.
Lihat juga:'Kuda Hitam' Mobil China |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap dengan fenomena tersebut, ke depannya dapat mengubah pandangan masyarakat mengenai mobil China.
Lihat juga:Nissan dalam Bayang-bayang Wuling |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain China, Ia mengatakan mobil-mobil asal Amerika Serikat seperti Ford dan Chevrolet juga tidak dilirik konsumen yang mencari informasi hingga membeli melalui internet.
Lihat juga:Sokon Glory 580, 'Kuda Jingkrak' dari Banten |
Sementara itu untuk produk Eropa, Ia menilai masih lebih beruntung khususnya mobil asal Jerman seperti Mercedes-Benz dan BMW.
"Untuk mobil Jerman Mercedes-Benz, kalau BMW ada juga beberapa. Nah untuk mobil Korea masih ada permintaan seperti dari Hyundai. Nah tapi untuk permintaan paling banyak tetap mobil asal Jepang. Itu semua segmen kendaraan ya," tutup Andreas. (mik)