Sistem nuklir yang NASA uji coba akrab disebut Kilopower Reactor Using Stirling Technology (KRUSTY) atau sederhananya Kilopower saja. Sebagai masa depan sumber listrik di penjelajahan antariksa, NASA memperlakukan uji coba Kilopower dengan sangat serius.
Nuklir merupakan sumber daya yang harus dipenuhi NASA untuk menelusuri misteri antariksa dengan durasi lebih panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mencoba segalanya dengan reaktor ini, dalam skenario normal dan tidak normal, KRUSTY berhasil melewati tes ini," ungkap David Poston yang bertanggung jawab atas badan keamanan nuklir nasional dalam keterangan resmi.
Empat kilowatt saja diperkirakan sudah cukup untuk menyokong misi antariksa. Proyek nuklir ini sudah jadi idaman peneliti di NASA sejak dulu.
Lihat juga:NASA Kirim Robot Ahli Geologi ke Mars |
Seperti diketahui misi-misi penjelajahan antariksa banyak mengandalkan tenaga surya yang berlimpah. Namun hal tersebut jadi kendala ketika misi penjelajahan menyasar tempat-tempat yang tak terjangkau sinar matahari.
"Saya berharap Kilopower ini menjadi bagian penting asitektur tenaga dalam misi ke Bulan dan Mars," ucap Jim Reuter, salah seorang pejabat NASA di Washington. (evn)