Indosat Buka Peluang Gandeng T-cash untuk Pembayaran Mobile

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 07:52 WIB
Indosat Buka Peluang Gandeng T-cash untuk Pembayaran Mobile Indosat membuka peluang kerjasama dnegan T-cash untuk layanan pembayaran mobile. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator selular Indosat mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng T-cash-- milik Telkomsel untuk menggelar layanan pembayaran mobile

Direktur Utama Indosat Joy Wahjudi mengungkapkan kerja sama tersebut bisa saja terjadi jika T-cash memenuhi kriteria sebagai mitra.

"Nanti saya ngomong sama T-cash deh. Kalau dia bisa bikin yang lebih bagus dari Paypro, ya saya ambil T-cash aja. Dia bilang mau agnostik. Tunggu agnostik dulu," ujarnya diselingin tawa seusai RUPST di kantor Indosat di Jakarta, Rabu (9/5).


Joy mengungkap alasan pihaknya membuka keran kerjasama dengan penyedia pembayaran mobile lain. Pasalnya, pihaknya terus mengevaluasi kerja sama dengan Paypro.

"Saat ini kami memang bermitra dengan Paypro. Kami pun masih mengevaluasi. Yang penting itu pelanggan ada pilihan," tambah Joy.

Layanan keuangan mobile milik Telkomsel itu sejauh ini sedang menunggu putusan Bank Indonesia untuk menjadi aplikasi agnostik. Aplikasi agnostik ini memungkinkan Tcash digunakan oleh pengguna dari berbagai operator telekomunikasi, tidak hanya terbatas pengguna Telkomsel saja.

CEO T-cash Danu Wicaksana pada akhir tahun lalu mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan izin ke Bank Indonesia.

Danu mengaku saat ini sistem aplikasi mereka sudah siap untuk menerima pelanggan di luar Telkomsel. Namun, izin regulator harus keluar terlebih dahulu.

Di samping itu, Danu mengungkapkan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan operator lain. Walaupun dari sisi sistem, mereka bisa membuka sendiri, namun untuk eksplorasi kerja sama harus berkomunikasi dengan operator bersangkutan.

Layanan pembayaran mobile PayPro sendiri digandeng anak perusahaan Ooredoo itu sejak 2017 lalu. Langkah itu ditempuh setelah Indosat memutuskan untuk menghentikan layanan pembayaran mobile miliknya, Dompetku pada akhir Jun 2017. (age/evn)