"Yang penting mereka memberitahu regulator dan pelanggan. Mereka harus menyerahkan perubahan tarif yang ada dan memberitahu pelanggan," jelas Komisioner Bidang Kebijakan Publik BRTI, Taufik Hasan, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (28/3) pagi.
Lebih lanjut Taufik menjelaskan bahwa tarif Prime Indosat ini termasuk dalam tarif teleponi dasar di struktur biaya fasilitas tambahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain yang menjadi pertimbangan BRTI menyimpulkan Indosat tidak bersalah ialah kewajiban mereka sudah memberitahukan regulator dalam penentuan tarif baru itu.
Kenaikan tarif
Taufik menyimpulkan Indosat Prime ini sebagai kenaikan tarif belaka. Hanya saja kenaikan tarif dari Indosat ini tak sesederhana kenaikan tarif di operator lain.
"Kenaikan tarif Indosat tidak (dilakukan dengan cara) sederhana, tarif naik. Tapi, (pelanggan harus membayar) benefit dengan tarif tertentu."
Meski demikian, Taufik menyebut bahwa tawaran yang ditawarkan Indosat Prime sebenarnya menarik buat pelanggan.
"Benefitnya lebih besar dari pembebanan," terangnya.
"Kalau yang seperti ini tidak ada (sebelumnya) karena yang biasanya diubah adalah tarif penggunaan, misal kenaikan tarif penggunaan sms atau voice (telepon)."
Selain itu, menurut Taufik kegaduhan soal penerapan tarif ini juga terjadi karena Indosat menetapkan tarif fasilitas tambahan sebelum digunakan. Sebab, tarif biasanya dikenakan setelah digunakan.
Kurang sosialisasi
Sehingga, Taufik menekankan bahwa layanan Prime Indosat tak menyalahi aturan. Namun, Indosat diminta memberikan sosialisasi yang lebih intensif dan mudah dimengerti.
Sebab, menurut Taufik polemik mengenai Indosat Prime ini tak akan terjadi apabila pelanggan mengerti.
"Pemotongan pulsa untuk layanan tambahan yang berlaku untuk semua pelanggan, meski berbeda sesuai profile, yang seharusnya tidak menjadi keberatan kalau pelanggan mengerti," tulis Taufik melalui pesan singkat, Selasa (27/3).
Kekurangan Indosat dalam kasus Indosat Prime ini menurut Taufik adalah sosialisasi ke pelanggan yang tergolong minim. Pelanggan dinilai tak paham lantaran pemberitahuan hanya lewat SMS.
Gaduh soal Indosat Prime ini terjadi beberapa hari lalu ketika sejumlah pelanggannya komplain di Twitter. Mereka kesal mendapati pulsanya terpotong untuk Indosat Prime yang tak pernah mereka ketahui. Sebagai gantinya, pelanggan tersebut meminta pulsanya dikembalikan.
Indosat lantas bersedia mengembalikan pulsa pelanggan yang ingin keluar dari struktur tarif Indosat Prime. (eks/eks)