Drama Kegagalan Xerox Caplok Fujifilm

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 04:43 WIB
Drama Kegagalan Xerox Caplok Fujifilm Ilustrasi (Foto: dok. wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Xerox mengumumkan bahwa mereka mundur dari perjanjian akuisisi Fujifilm pada Minggu (13/5). Sebagai gantinya, perusahaan mesin percetakan dan mesin foto copy ini membuat perjanjian baru dengan investor yang isinya berlawanan dengan kesepakatan awal dengan Fujifilm.

"Xerox hari ini mengumumkan pihaknya telah mengabarkan pada Fujifilm bahwa perjanjian transaksi yang diumumkan sebelumnya untuk menggabungkan Xerox dengan Fuji Xerox dihentikan sesuai dengan ketentuannya," terang Xerox dalam keterangan tertulisnya.

Xerox menyebut keputusan ini diambil karena kegagalan Fujifilm untuk mengantarkan laporan keuangan Fuji Xerox pada 15 April 2018 yang diaudit, dan penyimpangan material yang tercermin dalam keuangan Fuji Xerox yang telah diaudit ketika sudah dikirimkan.



Fujifilm di sisi lain menyanggah keputusan sepihak Xerox. Mereka meyakini bahwa perusahaan AS itu tidak memiliki hak hukum untuk menghentikan kesepakatan itu. Fujifilm mengatakan dalam sebuah pernyataan mereka sedang meninjau semua pilihannya, termasuk tindakan hukum.

Mereka masih percaya mengakuisisi Xerox adalah "opsi terbaik yang dirancang untuk memungkinkan pemegang saham dari kedua perusahaan untuk berbagi nilai masa depan yang disempurnakan dari perusahaan gabungan."

Sebelumnya, berdasarkan rencana Xerox (XRX) dan Fujifilm (FUJIF) yang diumumkan pada Januari silam, operasi perusahaan AS akan digabung dengan Fuji Xerox yang merupakan perusahaan patungan antara keduanya. Akuisisi dilakukan untuk memperbesar skala dan memangkas biaya di tengah menurunnya permintaan percetakan perkantoran.

Dalam kesepakatan itu, Fujifilm memegang 50,1 persen saham dari Fuji Xerox. Sementara, Xerox memegang sisanya.


Kendati demikian, Icahn dan Deason mengecam kesepakatan itu dengan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut secara signifikan meremehkan perusahaan AS dan akan menjadi "lonceng kematiannya".

Dengan gabungan 15 persen saham di Xerox, mereka meluncurkan kampanye agresif untuk menghentikan merger dan menggulingkan manajer puncak, termasuk CEO Xerox Jeff Jacobson. Kedua investor membuat perjanjian dengan dewan Xerox untuk menggantikan Jacobson dan enam direktur lainnya dengan perwakilan mereka sendiri bulan lalu.

Akhirnya, berdasarkan perjanjian yang diumumkan Minggu, Jacobson dan lima direktur lainnya mengundurkan diri dan digantikan aktivis pemegang saham. Jacobson kini menjadi salah satu dewan direktur di Xerox.


Sebelumnya, Dewan Xerox sendiri telah berulang kali meminta Fujifilm untuk memulai pembicaraan baru tentang perbaikan syarat pengambilalihan dalam beberapa pekan terakhir. Sayangnya, perusahaan Jepang itu "tidak memberikan jaminan bahwa hal itu akan dilakukan dalam jangka waktu yang dapat diterima".

Sebagai akibatnya, Xerox merasa bahwa membatalkan kesepakatan Fujifilm dan memihak pada Icahn dan Deason adalah "kepentingan terbaik perusahaan dan semua pemegang sahamnya". (rah/rah)


BACA JUGA