Proyek ini bertujuan untuk mempercepat analisis dari video yang ditanggap drone yang secara otomatis mengklasifikasikan gambar obyek dan manusia.
Karyawan yang hengkang beralasan mengundurkan diri karena khawatir mengenai etika dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam perang. Alasan lain yang digunakan juga termasuk kekhawatiran yang lebih luas terkait keputusan politik Google dan memudarnya kepercayaan pengguna jika proyek itu dilanjutkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah karyawan percaya bahwa manusia, bukannya algoritme, yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang sensitif dan berpotensi mematikan ini. Para karyawan masih menganggap bahwa Google tidak boleh terlibat dalam pekerjaan militer sama sekali.
Mengenai isu tersebut, Google belum memberikan respons maupun komentar. Namun menurut New York Times, baik Amazon maupun Microsoft sebenarnya juga menyediakan layanan pada militer AS.
Google sendiri sebelumnya meyakinkan karyawannya bahwa kemitraannya dengan Pentagon "secara khusus hanya mencakup tujuan tidak menyinggung". Pentagon hanya akan menggunakan "perangkat lunak pengenal objek sumber terbuka yang tersedia untuk pelanggan Google Cloud." (evn)