Perusahaan Amerika Serikat tersebut merilis aplikasi File Go pada Kamis lalu. Aplikasi memang hanya memiliki sejumlah kecil pengguna dibandingkan dengan produk unggulan Google dan produk toko aplikasi lainnya.
Namun, aplikasi ini menjadi salah satu yang pertama diluncurkan di toko aplikasi pihak ketiga China termasuk yang dihosting oleh Baidu, Xiaomi Technologies dan Huawei Culture.
Lihat juga:Pemerintah Rusia Minta Apple Hapus Telegram |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengatur dunia maya China mengatakan pembatasan pada media asing dan platform internet dirancang untuk memblokir pengaruh yang bertentangan dengan stabilitas dan ide-ide sosialis.
Tahun lalu, Google merilis aplikasi Google Translate di China. Sedangkan saat ini, aplikasi 'File Go', yang membantu pengguna mengosongkan ruang penyimpanan, telah dikembangkan oleh program Google Next Billion yang menargetkan pasar berkembang, termasuk India dan Indonesia.
Meskipun sebagian besar layanan konsumen Google diblokir di China, sistem operasi Android-nya digunakan secara luas oleh vendor ponsel cerdas top, termasuk ponsel Xiaomi dan Huawei. (age)