SpaceX Tunda Kirim Orang Liburan Keliling Bulan

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Rabu, 13/06/2018 20:12 WIB
SpaceX Tunda Kirim Orang Liburan Keliling Bulan Elon Musk, pemilik perusahaan SpaceX. (Foto: REUTERS/Joe Skipper)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun lalu, perusahaan roket milik Elon MuskSpaceX mengumumkan akan mengirim orang untuk melakukan perjalanan ke bulan. Dua orang yang membayar ini nantinya bisa melakukan perjalanan keliling bulan sekitar akhir 2018.

Dilansir dari CNN, kabarnya ada beberapa indikasi yang menunjukkan pelesir ke Bulan tersebut akan ditunda dan tidak terjadi tahun ini.

Juru bicara SpaceX James Gleeson membenarkan dalam sebuah pernyataan pekan ini bahwa perusahaan masih berencana untuk menerbangkan orang-orang dalam perjalanan mengelilingi Bulan.


Namun dia menolak untuk menguraikan atau mengomentari kapan tepatnya waktu misi tersebut.

Rencana awal dari SpaceX adalah menerbangkan para turis luar angkasa, yang identitasnya dirahasiakan dengan ketat, di atas Falcon Heavy. Roket SpaceX raksasa tersebut yang mengantarkan Tesla dari Musk ke luar angkasa untuk penerbangan bersejarahnya empat bulan lalu.
Namun, Musk sempat memberikan pernyataannya pada wartawan pada Februari lalu. Dia mengatakan saat ini, SpaceX tidak memiliki rencana untuk membuat Falcon Heavy meluncurkan manusia.

Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa rencananya untuk menggunakannya untuk mengangkut turis ruang angkasa telah berubah.

Sebaliknya, Musk mengatakan, SpaceX akan mengubah fokusnya ke ide berani berikutnya yakni The Big Falcon Rocket, atau BFR. BFR merupakan sistem pesawat ruang angkasa dan roket raksasa yang ingin dibangun perusahaan untuk membawa manusia ke luar angkasa.

"Anda bisa mengirim orang kembali ke Bulan (dengan BFR)," kata Musk pada saat itu.
Peluncuran roket Falcon Heavy beberapa bulan lalu. (Foto: REUTERS/Thom Baur)
Gleeson, juru bicara SpaceX, menolak berkomentar apakah perusahaan telah secara resmi mengubah roket yang rencananya akan digunakan untuk misi Bulan. Tetapi jika rencana untuk menggunakan Falcon Heavy memang telah ditinggalkan, wisatawan ruang anonim bisa menunggu lama sampai sistem BFR yang ambisius siap untuk mereka.

Musk mengatakan awal tahun ini bahwa SpaceX akan mulai menguji salah satu bagian pesawat ruang angkasa dari BFR pada 2019. Dia mengatakan sistem bisa siap untuk perjalanan luar angkasa pada tahun 2022.

Musk memang dikenal dengan tipe orang yang optimis. Dia awalnya memproyeksikan Falcon Heavy agar siap terbang pada pertengahan atau akhir 2013. Sayangnya, kejadian tersebut baru terwujud lebih dari empat tahun target awal.
SpaceX COO Gwynne Shotwell memberikan kerangka waktu yang lebih mudah untuk debut BFR pada TED Talk pada April lalu. Dalam acara tersebut Shotwell mengatakan akan meluncurkan BFR dalam kurun waktu satu dekade.

Bahkan jika Musk mengubah pikirannya dan memutuskan untuk menggunakan misi Falcon Heavy for the Moon, itu tidak mungkin terjadi sebelum tahun ini berakhir.

SpaceX pernah menandatangani kesepakatan dengan badan antariksa pada 2015 untuk mengembangkan cara mengangkut astronot ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional menggunakan roket Falcon 9, sebuah kendaraan yang tak sekuat Falcon Heavy atau calon BFR. (age/age)