Dilansir dari CNN, kabarnya ada beberapa indikasi yang menunjukkan pelesir ke Bulan tersebut akan ditunda dan tidak terjadi tahun ini.
Juru bicara SpaceX James Gleeson membenarkan dalam sebuah pernyataan pekan ini bahwa perusahaan masih berencana untuk menerbangkan orang-orang dalam perjalanan mengelilingi Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana awal dari SpaceX adalah menerbangkan para turis luar angkasa, yang identitasnya dirahasiakan dengan ketat, di atas Falcon Heavy. Roket SpaceX raksasa tersebut yang mengantarkan Tesla dari Musk ke luar angkasa untuk penerbangan bersejarahnya empat bulan lalu.
Lihat juga:Komitmen Tesla Rakit Mobil di Luar AS |
Sebaliknya, Musk mengatakan, SpaceX akan mengubah fokusnya ke ide berani berikutnya yakni The Big Falcon Rocket, atau BFR. BFR merupakan sistem pesawat ruang angkasa dan roket raksasa yang ingin dibangun perusahaan untuk membawa manusia ke luar angkasa.
"Anda bisa mengirim orang kembali ke Bulan (dengan BFR)," kata Musk pada saat itu.
Peluncuran roket Falcon Heavy beberapa bulan lalu. (Foto: REUTERS/Thom Baur) |
Musk mengatakan awal tahun ini bahwa SpaceX akan mulai menguji salah satu bagian pesawat ruang angkasa dari BFR pada 2019. Dia mengatakan sistem bisa siap untuk perjalanan luar angkasa pada tahun 2022.
Musk memang dikenal dengan tipe orang yang optimis. Dia awalnya memproyeksikan Falcon Heavy agar siap terbang pada pertengahan atau akhir 2013. Sayangnya, kejadian tersebut baru terwujud lebih dari empat tahun target awal.
Bahkan jika Musk mengubah pikirannya dan memutuskan untuk menggunakan misi Falcon Heavy for the Moon, itu tidak mungkin terjadi sebelum tahun ini berakhir.
SpaceX pernah menandatangani kesepakatan dengan badan antariksa pada 2015 untuk mengembangkan cara mengangkut astronot ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional menggunakan roket Falcon 9, sebuah kendaraan yang tak sekuat Falcon Heavy atau calon BFR. (age)
Peluncuran roket Falcon Heavy beberapa bulan lalu. (Foto: REUTERS/Thom Baur)