Gangguan Teknis, SpaceX Tunda Peluncuran Falcon 9 Blok-5

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 17:46 WIB
Gangguan Teknis, SpaceX Tunda Peluncuran Falcon 9 Blok-5 Falcon 9 generasi sebelumnya milik Space X (NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- SpaceX kembali menunda peluncuran roket komersial pertama mereka, Falcon 9. Dilansir dari Reuters, ditemukan kesalahan teknis pada roket Falcon 9 yang membuat roket ini terpaksa ditunda.

Diperkirakan penundaan tersebut sekitar 24 jam. Komputer roket itu menghentikan penghitungan mundur sekitar satu menit sebelum edisi baru Blok-5 Falcon diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida.

Misi perdana roket ini adalah membawa satelit komunikasi ke orbit untuk Bangladesh.


Beberapa menit setelah peluncuran dibatalkan, SpaceX mengatakan mereka akan mencoba lagi pada hari Jumat waktu setempat. Uji coba kedua itu akan dilakukan dalam rentang waktu yang sama, dua jam.

Peluncuran kedua ini rencananya akan dilakukan pada 16:14 hingga 18:21 waktu setempat atau pada Sabtu dini hari pukul 03.14 sampai 05:21 WIB.

Falcon 9 Block-5 ini dilengkapi dengan 100 permbaruan ketimbang pendahulunya, Block-4. Pembaruan ini untuk meningkatkan kekuatan, keamanan, dan kemampuan 'pakai-ulang' roket pesawat itu.

Roket pendorong utamanya dirancang agar bisa dipakai ulang hingga 10 kali. SpaceX merancang agar Blok-5 hanya perlu sedikit perbaikan diantara penerbangannya.

Sehingga, peluncuran bisa dilakukan lebih sering dengan biaya lebih rendah. Ini merupakan kunci untuk model bisnis SpaceX.

Meningkatkan kemampuan roket yang bisa dipakai ulang juga menjadi kunci agar perjalanan luar angkasa menjadi hal biasa. Hingga akhirnya mencapai misi Elon Musk yang jauh lagi, yaitu mengirim manusia ke Mars.

Sejauh ini, SpaceX berhasil mendaratkan ulang 24 roket pendorongnya ke bumi. Sebelas dari 24 roket itu berhasil diterbangkan ulang.

The Block-5 adalah roket pertama SpaceX yang memenuhi standar NASA untuk Program Kru Komersialnya dengan membawa astronot agensi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tapi NASA butuh bukti berupa tujuh penerbangan yang sukses sebelum roket baru ini menerima sertifikasi akhir untuk misi berawak.

Blok-5 juga akan digunakan untuk meluncurkan satelit penentuan posisi global Angkatan Udara AS dan muatan keamanan bernilai tinggi, militer dan nasional lainnya.

Untuk penerbangan Falcon 9 minggu ini, SpaceX akan meluncurkan satelit pertama pemerintah Bangladesh, Bangabandhu-1, ke orbit Bumi.

Block-5 menandai versi final dari lineup Falcon 9 sebelum SpaceX memperkenalkan kendaraan peluncuran super berat-angkatnya, dijuluki Big Falcon Rocket, atau BFR, yang akan dirancang untuk mengirim misi berawak ke Mars.

SpaceX adalah salah satu dari dua perusahaan swasta yang disewa oleh NASA untuk mengangkut awak astronot ke stasiun luar angkasa. Yang lainnya adalah Boeing Co.
(eks/eks)