Terdapat dua cara yang ditawarkan, pertama mendapat uang dari iklan lewat program Watch dari Facebook. Sementara cara kedua adalah pendapatan dari kerjasama sponsor lewat program Brand Collabs Manager.
Facebook Watch sendiri biasanya digunakan oleh acara-acara berdurasi panjang yang diproduksi oleh media tradisional, rumah produksi, dan artis media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Watch, Facebook juga memperbolehkan pembuat konten untuk membuat jeda iklan yang lebih lama dan menawarkan biaya berlangganan sebesar US$4,99 atau setara Rp70.500 (kurs US$1 = Rp14.119).
Pendapatan iklan digital sendiri diprediksi eMarketeer akan menyentuh angka US$19,81 miliar pada 2020, demikian dikutip CNBC.
Saat ini semua program tersebut masih dalam masa pengujian. Facebook tidak memotong biaya kemitraan apapun selama masa pengujian ini, seperti diungkap Vice President Fidji Simo kepada Reuters minggu lalu.
Selain itu, Simo mengungkap bahwa para kreator juga sudah mengusulkan agar mereka bisa menjual pernak pernik buatan mereka kepada para fans. Menanggapi hal tersebut Simo mengunkap bahwa perusahaannya akan melakukan pengujian kecil tahun ini untuk menjual produk pihak ketiga yang ditampilkan di video.
Selain itu, Instagram pada Selasa (12/6) lalu juga dilaporkan akan memperpanjang waktu video yang diunggah ke platform itu dan memperkenalkan acara orisinal Instagram.
Sementara itu, Youtube berencana untuk memperbarui fitur komersialisasinya pada akhir pekan ini. Pengumuman itu akan dilakukan bersamaan digelarnya festival VidCon di Anaheim, California. Festival ini akan mempertemukan para pembuat konten dan fans. (eks)