NASA Batal Kirim Astronaut Kulit Hitam Pertama ke Antariksa

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Kamis, 28/06/2018 17:39 WIB
NASA Batal Kirim Astronaut Kulit Hitam Pertama ke Antariksa NASA batal mengirim Jeanette Epps kerja dan tinggal di ISS. (dok. AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) membatalkan rencana untuk mengirim Jeanette Epps untuk misi luar angkasa. Padahal, seharusnya Epps bisa menjadi astronaut kulit hitam pertama yang menjejakkan kaki di Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Keputusan untuk membatalkan perjalanan Epps diumumkan secara resmi pada Januari lalu. NASA mengatakan bahwa Epps batal berangkat tanpa memberikan penjelasan.

Epps seharusnya menjadi salah satu kru yang bertugas untuk Misi 56/57 yang akan meluncur pada Juni 2018. Alih-alih memberikan penjelasan, NASA justru berkilah Epps akan ditugaskan untuk 'misi di masa depan'.


NASA kemudian menunjuk Serena Aunon-Chancellor untuk menggantikan Epps menjalani misi di luar angkasa.

"Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan ketika memberikan penugasan; keputusan ini merupakan masalah personel yang alasannya tidak bisa diinformasikan oleh NASA," ungkap juru bicara Brandi Dean dalam surel kepada The Verge.

Epps merupakan salah satu dari 3.500 pelamar yang mengajukan diri sebagai astronaut untuk misi jelajah luar angkasa. Dengan latar belakang pendidikan PhD di bidang teknik aerospace dan tujuh tahun bekerja di CIA sebagai perwira intelijen teknis.

Jika tak dibatalkan, Epps seharusnya menjadi astronaut keturanan Afrika-Amerika pertama yang menjadi awak dengan tinggal dan bekerja di ISS selama jangka waktu tertentu.

NASA kemudian menunjuk Serena Aunon-Chancellor untuk menggantikan Epps menjalani misi di luar angkasa.

Dalam sebuah konferensi, Epps menyebut sejauh ini ia tidak memiliki masalah dengan kesehatan yang umumnya menjadi alasan kru antariksa batal diberangkatkan. Kepada Space, Epps yakin keputusan tersebut dibuat oleh NASA dan tak ada kaitannya dengan Lembaga Antariksa Rusia yang dianggapnya lebih suportif.

"Saya tidak tahu dari mana keputusan tersebut berasal dan bagaimana itu dibut, secara detail ada di level mana. Saya benar-benar tidak percaya ada keterlibatan pihak Rusia karena hubungan kerja dengan mereka berjalan baik," jelas Epss.

Akibat keputusan tersebut, NASA dihujat lantaran dianggap rasis dan seksis telah menghapus nama Epps dari misi tersebut. (evn)