Temui Jokowi, Mahathir Singgung Kerja Sama Proton dan Esemka

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 30/06/2018 15:26 WIB
Temui Jokowi, Mahathir Singgung Kerja Sama Proton dan Esemka Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kembali menyinggung rencana kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam bidang otomotif melalui nota kesepahaman antara Proton dan PT Adiperkasa Citra Esemka Hero tiga tahun lalu.

Hal itu disampaikan saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pagi tadi. Mahathir mengatakan rencana kolaborasi itu sudah pernah mereka bicarakan ketika Jokowi berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia pada 2015.

"Saat lawatan itu kami sudah berbincang akan membangun mobil Malaysia-Indonesia yang boleh digunakan seluruh Asean. Tapi karena sebab tertentu kami tidak dapat meneruskan proyek ini," kata Mahathir di Istana Bogor, Jumat (29/6).



Penandatanganan nota kesepahaman sebelumnya dilakukan Presiden Direktur PT Adiperkasa Citra Esemka Hero AM Hendropriyono bersama perwakilan Proton dan disaksikan langsung Presiden Jokowi serta PM Malaysia saat itu Najib Tun Abdul Razak.

Hal ini kemudian menjadi polemik di Indonesia. DPR mengkritik keras kebijakan itu karena dinilai Indonesia jadi menginduk kepada Malaysia.

Sementara itu, Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan kerja sama dengan Proton murni mengenai bisnis dan bukan untuk mobil nasional. Proton disebut berniat memproduksi mobil di Indonesia.


Namun, sejak saat itu belum terlihat hasil nyata dari penandatanganan nota kesepahaman. Selain mandek, nota kesepahaman kini juga disebut telah kedaluarsa.

Kini, meski telah berganti Perdana Menteri, hal itu kembali disinggung Mahathir kepada Jokowi.

"Kami berkeinginan menghidupkan kembali proyek ini," ucap Mahathir.

Terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan tidak ada penandatanganan nota kesepahaman apapun dalam pertemuan Mahathir dan Jokowi hari ini. Menurutnya, hal ini merupakan perkenalan karena menjadi kunjungan perdana setelah resmi menjabat.


"Tidak karena ini sebenarnua satu lawatan perkenalan," tutur Retno. (mik)