Keluhan tidak nyamannya pengalaman belanja di situs Bukalapak terbilang lebih tinggi ketimbang lima e-commerce lain. Ketidaknyamanan penggunaan terhadap situs ini menempati posisi kedua dari hal yang tidak disukai pengguna ketika berbelanja di Bukalapak (15,8 persen).
Sementara keluhan ketidaknyamanan berbelanja di situs Blibli berada diperingkat tiga (10,6 persen), JD.ID peringkat tiga (13,8 persen), Lazada peringkat empat (11,3 persen), Shopee peringkat empat (12,7 persen), dan Tokopedia peringkat tiga (12,9 persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ECommerceIQ mengungkap berbagai hal yang tidak mereka suka belanja dari enam e-commerce populer di Indonesia. Keluhan ketidaknyamanan pengalaman belanja konsumen Bukalapak lebih tinggi (peringkat 2) ketimbang e-commerce lain (peringkat 3 dan 4). (ECommerceIQ) |
"Desain masih banyak yang bisa ditingkatkan. Sebab perbedaan waktu bikin desain antara kita yang desain dengan mereka yang pakai sangat besar," tuturnya saat ditemui di konferensi pers Bukalapak di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (3/7).
"Kita ketemu langsung dengan mereka dan tes produk agar bisa intuitive dan seamless," lanjutnya.
"Saat ini pengetesan baru kita lakukan di Jakarta, tapi nanti kami juga akan lakukan pengetesan di daerah. Karena (kebiasaan) pengguna di Jakarta dan Binjai (misalnya) berbeda," tandasnya.
Sementara keluhan utama pengguna terhadap situs Bukalapak adalah lamanya waktu pengiriman produk (19,9 persen). Keluhan ini tidak hanya terjadi di Bukalapak, tapi lamanya pengiriman juga menjadi masalah di enam e-commerce lainnya, baik di Tokopedia, Blibli, JD.ID, Lazada, dan Shopee. (eks)
ECommerceIQ mengungkap berbagai hal yang tidak mereka suka belanja dari enam e-commerce populer di Indonesia. Keluhan ketidaknyamanan pengalaman belanja konsumen Bukalapak lebih tinggi (peringkat 2) ketimbang e-commerce lain (peringkat 3 dan 4). (ECommerceIQ)