Teknologi Pengenal Wajah Gantikan Paspor di Bandara Sydney

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 08:03 WIB
Teknologi Pengenal Wajah Gantikan Paspor di Bandara Sydney Ilustrasi. (Foto: Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bandara internasional akan menguji coba penggunaan teknologi pengenal wajah (face recognition) untuk mempercepat antrian penumpang pesawat.

Teknologi ini diharapkan bisa mempercepat proses cek-in, bagasi, akses ke ruang tunggu, hingga naik pesawat.

"Wajah Anda akan menjadi paspor dan boarding pass di setiap proses naik pesawat," ungkap CEO bandara Sydney, Geoff Culbert dalam keterangan resmi seperti dilansir CNet.


Menurutnya di masa depan, penumpang tak perlu lagi sibuk mencari paspor yang terselip di dalam tas -- karena sudah menggunakan pemindaian wajah.

Saat ini, Australia sudah menggunakan sistem untuk mempercepat proses cek-in, penyimpanan bagasi, akses ke ruang tunggu, hingga masuk ke pesawat menggunakan sistem yang dinamakan SmartGate. Sistem ini menggunakan teknologi pengenal wajah yang di tahap awal ditujukan untuk turis asing.

Untuk menguji coba sistem ini, pihak bandara mengatakan akan menggandeng maskapai Qantas Airways.

Chief customer officer Qantas Vaness Hudson mengatakan uji coba ini diharapkan bisa memberikan pengalaman yang lebih cepat dan nyaman bagi penumpang.

Uji coba ini akan dilakukan untuk sejumlah penerbangan internasional yang dioperasikan Qantas dari dan menuju Australia.

"Kebutuhan untuk menawarkan layanan yang lebih cepat dan nyaman saat berada di bandara sangat dibutuhkan dan kami sangat antusias dengan hasil uji coba nanti," ungkapnya seperti mengutip ZDNet.

Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton pada Februari lalu mengatakan penggunaan teknologi pemindai wajah di Bandara Canberra nyaris menjadi kenyataan. (evn)


BACA JUGA