"Kami tidak menggunakan face recognition [...] kami menggunakan age gate untuk mengetahui apakah umur pengguna sesuai," jelas juru bicara Tik Tok Indonesia dalam wawancara per telepon, Kamis (12/7).
Age gate atau age bar ini adalah data umur yang dimasukkan sendiri oleh pengguna. Identifikasi data umur pengguna dengan memasukkan tanggal hingga tahun lahir ini memang lazim digunakan oleh berbagai layanan aplikasi lain seperti Facebook misalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggunakan batasan umur, Tik Tok juga berupaya agar batasan umur ini dipatuhi dengan melibatkan orang tua dengan merilis panduan bagi orang tua di situs mereka.
Sebenarnya, masalah verifikasi untuk kepatuhan batasan umur ini bukan hanya jadi masalah Tik Tok. Semua aplikasi lain yang memiliki batasan umur pengguna pun tak memiliki sistem untuk memverifikasi data umur penggunanya.
Widodo Budiharto, Profesor Kecerdasan Buatan, Universitas Bina Nusantara menyebut verifikasi umur pengguna ini misalnya bisa dilakukan dengan memanfaatkan data dari registrasi kartu SIM.
"Enggak ada gunanya (kartu) SIM suruh daftar kalau enggak bisa dipakai (untuk) berbagai aktifitas registrasi," tandasnya.
Catatan redaksi: Paragraf 8-12 artikel ini diubah pada Kamis (12/7) atas koreksi narasumber. Sebelumnya tertulis "Sehingga keinginan pemerintah untuk membatasi umur pengguna aplikasi bisa dinilai sebagai aturan yang sia-sia". Paragraf tersebut diubah karena terdapat kesalahan persepsi redaksi.