Bapak Pencetus Teori Big Bang Berulang Tahun ke-124

RBC, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 18:25 WIB
Bapak Pencetus Teori Big Bang Berulang Tahun ke-124 Ilustrasi alam semesta. (Foto: Dok. NASA/ESA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ahli astronomi dan fisikawan Goerges Lemaitre hari ini merayakan ulang tahun ke-124. Pria asal Belgia ini merupakan orang yang pertama kali mencetuskan teori terbentuknya alam semesta, Big Bang pada tahun 1927.

Lemaitre dianggap sebagai orang pertama yang mencetuskan teori bahwa alam semesta terus mengembang. Teori tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Edwin Hubble lewat pengamatan yang kini dikenal sebagai Hukum Hubble.

Lahir pada 17 Juli 1894, Lemaître awalnya mempelajari teknik sipil. Pada tahun 1923, ia mengejar gelar master di University of Cambridge sebelum kemudian melanjutkan studinya di Harvard dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).


Pada tahun 1925, ia kembali ke Belgia dan menjadi dosen paruh waktu di Catholic University of Leuven. Delapan tahun kemudian, para peneliti ternama dari seluruh dunia ketika itu berkumpul di California Institute of Technology untuk mendengarkan serangkaian pemaparan materi.

Setelah Lemaître menyampaikan materinya dalam acara tersebut, Albert Einstein berdiri dan berkata, "Ini merupakan penjelasan yang paling indah dan paling memuaskan yang pernah saya dengar."

Menurut teori Big Bang, alam semesta berawal dari ukuran yang kecil dengan keadaan yang sangat panas dan sangat padat. Alam semesta kemudian mengembang secara terus menerus hingga saat ini.

Berdasarkan pengamatan pada tahun 2009, alam semesta dan Big Bang bermula sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu. Di antara teori-teori pembentukan alam semesta lainnya, Big Bang merupakan teori dengan penjelasan yang paling komprehensif dan didukung oleh metode ilmiah dan pengamatan.

Mengutip The Economic Times, berkat materi yang disampaikannya Lemaitre terpilih sebagai anggota dari Royal Academy of Sciences and Arts of Belgium dan Pontificial Academy of Sciences. Lemaître tutup usia pada tahun 1966, tak lama setelah menemukan keberadaan radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis yang memperkuat teorinya tentang kelahiran alam semesta. (evn)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA