Plt Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade lndonesia Helen Sarita Delima mengakui eSport sebagai olahraga berbasis teknologi karena mengandung unsur unsur olahraga seperti ketangkasan, konsenstrasi tinggi, kecerdasan dan kecepatan dalam membangun dan menerapkan strategi. Otak manusia dipacu untuk menerapkan strategi.
"Dikaitkan dengan eSport ada unsur olahraga karena menggunakan tenaga manusia , kecepatan dan ketangkasan. Mirip bridge atau catur. Elektronik atau tidak selama dia pakai tenaga manusia, menggunakan ketangkasan dan kecepatan. Itu bisa jadi olahraga. Ini unsur terkandung dari sport, jadi eSport menurut saya adalah olahraga," kata Helen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus punya fisik yang prima. Salah satu syarat atlet eSport harus melatih fisik. Mereka juga harus memiliki pengetahuan yang bagus seperti matematika dan fisika. Logika yang bagus biasanya bagus juga prestasinya di eSport apabila bagus di mata pelajaran tersebut," kata Eddy.
"Atlet eSport itu sama saja dengan atlet reguler, sama-sama harus jaga fisik. Konsentrasi di depan komputer itu tidak semudah yang dibayangkan. Dijaga makanannya, jaga fisik, futsal, gym," ujar Andrew.
"Mereka butuh konsentrasi. Konsentrasi itu butuh fisik prima. Jadi fisik itu penting. Karena kegiatan fisik itu jadi oksigen kita banyak. Olahraga bikin tambah sehat dan pasokan tubuh sehingga bisa membuat mereka bisa berkonsentrasi lebih lama," kata Andrew. (age)