Tampilan Lima Calon 'Rumah' untuk Koloni di Mars

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 18:50 WIB
Tampilan Lima Calon 'Rumah' untuk Koloni di Mars Ilustrasi (Courtesy of NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA telah menetapkan lima finalis dalam lomba merancang model rumah untuk koloni di Mars. Kelima finalis ini mendapat total hadiah Rp1,4 miliar.

Model virtual ini dibuat dengan software khusus, Building Information Modeling. Software ini bisa membuat model dengan detil yang paling kecil sekalipun. Ia pun bisa disimulasikan bagaimana perangkat 3D yang dirancang itu bakal berfungsi.

Sehingga, pengguna tak bisa hanya membuat model tembok 2D dengan material TBD, misalnya. Perancang perlu menggambarkan hingga ketebalan bahan, kekuatan segel terhadap tekanan, elemen filter udara, pemanasan, dan sebagainya.


Hasil rancangan yang dibuat dengan software khusus dan hasil cetak 3D itu akan dinilai oleh para ahli mulai dari Disney hingga NASA. Berikut hasil rancangan kelima finalis model rumah tersebut, seperti dilansir TechCrunch

Zopherus

Rancangan ini memang terlihat sederhana, tapi NASA menobatkannya sebagai finalis di tempat pertama. Desain ini menggunakan sebuah roket pendarat raksasa yang bisa mencetak bangunan dari printer 3D yang terdapat di bagian dalam roket.

Robot kecil dikerahkan untuk mencari bahan bangunan dari material yang tersedia di Mars. Setelah satu bangunan selesai, roket ini akan mengangkat tubuh roket dan bergeser untuk membangun rumah berikutnya.

[Gambas:Youtube]

AI SpaceFactory

Desain ini berbentuk silinder vertikal sebab dinilai sebagai bentuk paling cocok di untuk situasi Mars. dan menjadi bentuk yang paling mudah untuk dicetak. Rancangn ini memikirkan soal isolasi panas, hemat tempat namun fungsional.

[Gambas:Youtube]

Kahn-Yates

Desain ini mengandalkan struktur berlapis yang dimana satu sisinya terbuat dari jendela plastik yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam bangunan. Rancangan ini dibuat cukup lega dan ruangan dibagi secara efisien.

[Gambas:Youtube]

SEArch+/Apis Cor

Desain ini mempertimbangkan posisi dan bentuk untuk memaksimalkan cahaya dan mengurangi radiasi. Bangunan ini memiliki dua area yang berbeda tekanan. Bangunan ini bahkan bisa dibangun di tempat yang miring. Sehingga memudahkan untuk membangun tempat tinggal di situasi kontur permukaan apapun.

[Gambas:Youtube]

Northwestern University

Bangunan ini dirancang untuk dengan semangat membuat konstruksi yang sederhana. Mereka menggunakan model bentuk kubah untuk membuat rumah di Mars. Bagian dalam terbuat dari karet yang bisa ditiup yang akan dilindungi dengan bahan yang didapat dari Mars. Bagian dalam dirancang sederhana untuk memberikan berbagai layanan para awak.

[Gambas:Youtube] (eks/eks)