GIIAS 2018

Janji Menperin Airlangga Mobil Desa Produksi Awal 2019

Febri Ardani, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 13:24 WIB
Prototipe terbaru Alat Mekanis Multiguna Perdesaan dinilai paling mendekati model produksi massal. Menperin Airlangga mengungkapkan tipe ini siap produksi. Presiden Jokowi didamping Menperin Airlangga melihat kendaraan pedesaan di GIIAS 2018. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prototipe terbaru Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) telah resmi diluncurkan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, di Tangerang, Kamis (2/8). Beda dari sebelumnya, prototipe ketiga ini dinilai paling mendekati model produksi massal.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, setelah dilakukan penelitian, model prototipe AMMDes yang pertama dan kedua, diputuskan tidak berlanjut ke tahap produksi massal.

Airlangga memastikan, prototipe ketiga yang tujuh variasinya bakal dipamerkan di GIIAS, siap diproduksi. Bahkan menurut dia, seting kapasitas produksi bisa ditingkatkan dari 3.000 unit menjadi 15.000 unit per tahun.
"Ini akan (terjadi) di awal Januari," kata Airlangga dalam pidatonya di pembukaan GIIAS 2018.


Selain membahas tentang produksi, Airlangga juga mengungkap soal proses perizinan AMMDes di Kementerian Perhubungan. Tidak dijelaskan lebih rinci, namun kemungkinan besar AMMDes sedang menjalani proses uji tipe dan kelayakan jalan.

"Sekarang perizinan di perhubungan sedang diurus dan mereka menjanjikan pada November bisa diberikan karena ini adalah alat kendaraan khusus, kecepatan pun kami batasi, tetapi ini kendaraan yang bisa berbagai situasi termasuk kegiatan perdesaan," ucap Airlangga.
AMMDes merupakan proyek garapan PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia. Kendaraan karya anak bangsa ini sepenuhnya menggunakan komponen dalam negeri dari 70 industri komponen. Konten lokal, seperti disebutkan Airlangga, sebesar 70 persen dari nilai kendaraan.

"Saat ini ditampilkan tujuh unit AMMDes, dengan variasi, pemetik beras, pemecah gabah, pompa dan genset, untuk mendukung produktivitas pertanian di perdesaan," ucap Airlangga. (fea/age)