Rumah yang ditawarkan berada di kawasan perumahannya Talaga Bestari, Tangerang. Intiland mengklaim memberi harga miring atas rumah-rumah tersebut agar cocok di kantong para mitra pengemudi.
"Range harga Rp300 juta sampai Rp400 juta untuk mitra. Tadinya Rp450 juta ke atas, kan tidak masuk harganya," ujar Chief Operating Officer Intiland, Suhendro Prabowo, di Kantor Intiland, Jakarta, Rabu (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk rumah seluas 74 meter persegi, dilego dikisaran harga Rp350 juta. Sementara untuk rumah dengan kelebihan tanah yang berada di hook atau pojokan, dilego sekitar Rp400 juta. Luas lahan ini lebih besar, sekitar 82 meter persegi. Namun, rumah dengan tanah lebih luas ini jumlahnya terbatas.
Syarat minimal pendapatan itu dikatakan Firman merupakan salah satu bukti bahwa mitra pengemudi memiliki kemampuan untuk membayar KPR. Dengan adanya minimal jumlah pendapatan itu diharapkan tidak akan terlalu membebani pengemudi ketika membayar kredit.
Grab dalam kerjasama ini akan bertindak sebagai administrator. Managing Director Ridzki Kramadibrata mengatakan pihaknya akan menyediakan data-data produktivitas mitra pengemudi dan jumlah pendapatan pengemudi dalam satu bulan.
Dari data-data tersebut, Ridzki mengatakan Grab akan mengeluarkan surat rekomendasi yang menyatakan pengemudi memiliki kemampuan untuk membayar KPR. Surat rekomendasi ini juga dijadikan BNI sebagai salah satu syarat.
Ridzki mengatakan hal ini akan menguntungkan bagi pengemudi agar memiliki rekam jejak yang jelas sehingga bisa meyakini pihak bank.
Ridzky mengatakan setiap harinya Grab akan secara otomatis mengambil saldo dari akun mitra pengemudi. Grab akan memotong Rp150 ribu per hari.
Selanjutnya setiap bulan Grab akan menyetorkan uang tersebut ke akun rekening BNI Syariah milik pengemudi. Kemudian BNI Syariah akan melakukan auto-debet dari rekening tersebut untuk melakukan pembayaran KPR. (eks)