GIIAS 2018

Daihatsu Indonesia Ingin Produksi CVT Ayla dan Sigra

Febri Ardani, CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 16:24 WIB
Daihatsu Indonesia Ingin Produksi CVT Ayla dan Sigra Daihatsu Sigra. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau lebih dikenal Low Cost Green Car (LCGC) bakal berlanjut ke jilid dua dengan aturan lebih ketat. Produsen mobil terbesar di Indonesia, Daihatsu, sudah menyiapkan strategi buat menyesuaikan.

LCGC jilid dua masuk dalam konsep baru penghitungan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang bukan lagi berdasarkan desain mobil melainkan emisi gas buang.

Harmonisasi PPnBM itu yang dipahami sebagai carbon tax telah direkomendasikan Kementerian Perindustrian dan tinggal menunggu pengesahan di tingkat menteri untuk diterbitkan.
Dalam carbon tax disebut produk LCGC jilid dua harus memenuhi batas CO2 100g/km untuk mendapatkan keuntungan PPnBM 0 persen. Bila dikonversi maka batasnya adalah 23,2 km/l.


Pada aturan LCGC jilid pertama yang terbit pada 2013 disebutkan untuk mendapatkan PPnBM 0 persen, produk harus mendapatkan konsumsi bahan bakar 20 km/l.

"Kami akan menyesuaikan, CVT (Continously Variable Transmission) salah satu yang dipikirkan," ujar Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di Tangerang, Kamis (9/8).
Produk Daihatsu di LCGC jilid satu saat ini, Ayla dan Sigra, punya dua opsi transmisi, yaitu manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan. Menurut Amelia, Ayla dan Sigra bisa memenuhi emisi gas buang 100 g/km atau konsumsi bahan bakar 23 km/l bila menggunakan transmisi CVT.

Meski begitu, Amelia mengakui masih dipandang sulit ADM memproduksi CVT di Indonesia. Dia mengatakan untuk memproduksi transmisi itu setidaknya butuh volume produksi sampai 2 juta unit per tahun agar masuk skala ekonomi ideal.

Bila dipaksakan diproduksi, namun volume produksinya tidak sampai 2 juta unit, ada kompensasi pada harga jual ke masyarakat yang menjadi lebih tinggi.

Amelia sendiri belum bisa berkomentar lebih jauh terkait rencana Daihatsu di Indonesia. "Kami masih mempelajari," tutup Amelia. (mik)