LCGC Jilid 2, Produsen Dapat Tugas Baru

Febri Ardani, CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 20:43 WIB
LCGC Jilid 2, Produsen Dapat Tugas Baru Toyota Agya di GIIAS 2017. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Regulasi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) alias Low Cost Green Car (LCGC) jilid dua sedang digarap Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Isinya, dipastikan Kemenperin, produsen peserta LCGC jilid dua mendapat penugasan baru.

Pada regulasi LCGC jilid satu, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013, mengatur banyak hal, seperti spesifikasi kendaraan, batas harga jual, rencana investasi, serta manufaktur transmisi dan komponen tertentu. Menurut Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, semua produsen LCGC jilid satu sudah tidak punya hutang kewajiban. 
"Nanti akan ada penugasan (baru). Seperti kemarin kan, dari lokalisasi (diatur) sekian persen, nanti akan diperbaharui sesuai dengan penugasan," ucap Putu di Tangerang, Kamis (9/8).

Menurut Putu, pihaknya sedang mengkaji teknologi mana yang akan didorong pada LCGC jilid dua. Putu menyebut bisa saja teknologi yang didorong adalah transmisi.


Teknologi transmisi dirasa penting sebab LCGC jilid dua juga bersinergi dengan rencana harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Dalam draft konsep baru PPnBM yang dirancang Kemenperin, LCGC jilid dua mesti memenuhi batas emisi CO2 100 g/km atau 23 km/l. Pada aturan LCGC jilid satu diatur wajib konsumsi bahan bakar 20 km/l.
LCGC Jilid 2, Produsen Dapat Tugas Baru Draft harmonisasi PPnBM, dikenal dengan 'carbon tax'. (Dok. Kementerian Perindustrian)

"Transmisi itu cuma contoh, jadi masih banyak lagi penugasan, ada kewajiban ekspor, pendalaman lebih lagi. Nanti kami coba lihat keunggulan teknologi apa yang akan kita dorong," ujar Putu. 

Putu menjelaskan regulasi LCGC jilid dua akan meluncur setelah harmonisasi PPnBM terbit. Jadwal rilis harmonisasi PPnBM sebagai peraturan belum bisa dipastikan, namun dipercaya bakal keluar pada tahun ini. (fea)