Data Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat pengguna ponsel pintar di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan akan melampaui 100 juta orang sehingga menjadi negara pengguna aktif terbesar ke empat di dunia.
Material arang bambu dipakai sebagai pengganti grafit yang dipakai sebagai komponenan baterai. Grafit merupakan mineral tambang alam yang bersifat tak dapat diperbarui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bambu yang digunakan merpakan jenis bambu petung yang ada di Kalimantan Selatan," imbuh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara melalui keterangan resmi.
Untuk membuat arang, bambu akan melalui metode pirolisis dengan dikarbonisasi pada suhu 500-600 derajat Celcius menggunakan alat khusus.
Lihat juga:Samsung Galaxy S7 Rentan Diretas |
"Kemudian, dibuat partikel nano menggunakan high energy mechanic (HEM) berbasis Ball Mill. Karbon yang dihasilkan diuji struktur dan sifatnya menggunakan Pressure Swing Adsorption (PSA), Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray diffraction (XRD), dan konduktivitas," jelasnya.
Ngakan mengatakan arang bambu memiliki kapasitas listrik yang lebih optimal apabila dibentuk menggunakan partikel ukuran nao. Para tahap ini, akan dilakukan pengembangan lanjutan sehingga daya hantar listrik (DHL) paling tinggi di-dopping oleh logam Zn dengan nilai DHL 7,02 mS/cm. (evn)