Temperatur Exoplanet Kelt-9b Serupa dengan Temperatur Bintang

RBC, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 07:49 WIB
Temperatur Exoplanet Kelt-9b Serupa dengan Temperatur Bintang Ilustrasi exoplanet. (Foto: SETI Institute)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil pengamatan baru terhadap exoplanet terpanas yang pernah ditemukan, Kelt-9b menunjukkan bahwa temperatur di sana serupa dengan temperatur yang biasanya terdapat pada permukaan bintang.

Tak hanya itu, di atmosfer Kelt-9b terdapat juga besi dan titanium yang menguap, seperti yang ditemukan pada bintang. Temuan ini menambah daftar keberagaman dan betapa ekstremnya kondisi planet-planet yang terletak jauh di luar tata surya kita.

"Temperatur di planet tersebut sungguh tidak masuk akal. Walaupun Kelt-9b adalah sebuah planet, ia memiliki atmosfer layaknya sebuah bintang," ujar salah satu penulis studi tersebut sekaligus seorang profesor di University of Bern, Kevin Heng.


"Pelajaran utama yang dapat kita ambil dari eksoplanet adalah bahwa kita tak boleh hanya melihat ke tata surya kita saja," tuturnya. "Terdapat hal-hal yang sangat aneh di luar sana."

Planet Kelt-9b pertama kali ditemukan tahun lalu di orbitnya, mengelilingi bintang yang berjarak sekitar 650 tahun cahaya dari bumi, di rasi bintang Cygnus yang berbentuk seperti seekor angsa.

Jarak antara Kelt-9b dengan bintang induknya lebih dekat sebanyak sekitar 30 kali daripada jarak antara bumi dan matahari, dan bintang induk Kelt-9b bersuhu dua kali lipat lebih panas dari matahari. Oleh karenanya, temperatur Kelt-9b di sisi yang menghadap ke bintangnya dapat mencapai 4 ribu derajat Celsius.

Karena jarak yang begitu dekat, Kelt-9b hanya memerlukan waktu 36 jam untuk satu kali mengelilingi bintang induknya, dengan sisi yang sama yakni menghadap ke bintangnya.

Ini berarti di planet tersebut ada satu sisi yang selalu mengalami siang hari, dan sisi lainnya yang selalu mengalami malam hari. Fenomena ini menghasilkan variasi temperatur yang ekstrem di seluruh planet, tetapi Heng mengatakan bahwa sisi malam Kelt-9b masih bersuhu sangat panas--sekitar 2 ribu derajat Celsius.

Hasil pengukuran detail terhadap orbit Kelt-9b menunjukkan bahwa planet tersebut kemungkinan bersifat gas yang kebanyakan terdiri dari hidrogen dan bisa jadi memiliki inti padat berukuran kecil.

Para peneliti menggunakan Galileo National Telescope di La Palma, Canary Islands untuk mengamati bagaimana Kelt-9b bergerak mengelilingi bintang induknya. Dengan mendeteksi bagian-bagian kecil cahaya dari bintang induk yang menembus atmosfer Kelt-9b, para ahli astronomi dapat mendeteksi komponen apa saja yang terdapat pada atmosfer planet tersebut.

Setelah menemukan hasil uapan besi dan titanium, mereka menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya logam terdeteksi pada planet-planet di luar tata surya kita. Di masa depan, teknik ini dapat digunakan untuk mendeteksi kehidupan di tempat lain di antariksa.

"Tidak terlalu penting apakah kita mencoba mendeteksi titanium, oksigen, atau molekul yang mengindikasi kehidupan. Planet-planet panas ini adalah lahan percobaan untuk teknik yang akan kita pakai ketika planet-planet menarik lainnya muncul di masa depan," kata Heng, dikutip dari The Guardian. (evn)