Tak hanya itu, di atmosfer Kelt-9b terdapat juga besi dan titanium yang menguap, seperti yang ditemukan pada bintang. Temuan ini menambah daftar keberagaman dan betapa ekstremnya kondisi planet-planet yang terletak jauh di luar tata surya kita.
"Temperatur di planet tersebut sungguh tidak masuk akal. Walaupun Kelt-9b adalah sebuah planet, ia memiliki atmosfer layaknya sebuah bintang," ujar salah satu penulis studi tersebut sekaligus seorang profesor di University of Bern, Kevin Heng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena jarak yang begitu dekat, Kelt-9b hanya memerlukan waktu 36 jam untuk satu kali mengelilingi bintang induknya, dengan sisi yang sama yakni menghadap ke bintangnya.
Ini berarti di planet tersebut ada satu sisi yang selalu mengalami siang hari, dan sisi lainnya yang selalu mengalami malam hari. Fenomena ini menghasilkan variasi temperatur yang ekstrem di seluruh planet, tetapi Heng mengatakan bahwa sisi malam Kelt-9b masih bersuhu sangat panas--sekitar 2 ribu derajat Celsius.
Para peneliti menggunakan Galileo National Telescope di La Palma, Canary Islands untuk mengamati bagaimana Kelt-9b bergerak mengelilingi bintang induknya. Dengan mendeteksi bagian-bagian kecil cahaya dari bintang induk yang menembus atmosfer Kelt-9b, para ahli astronomi dapat mendeteksi komponen apa saja yang terdapat pada atmosfer planet tersebut.
Setelah menemukan hasil uapan besi dan titanium, mereka menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya logam terdeteksi pada planet-planet di luar tata surya kita. Di masa depan, teknik ini dapat digunakan untuk mendeteksi kehidupan di tempat lain di antariksa.
"Tidak terlalu penting apakah kita mencoba mendeteksi titanium, oksigen, atau molekul yang mengindikasi kehidupan. Planet-planet panas ini adalah lahan percobaan untuk teknik yang akan kita pakai ketika planet-planet menarik lainnya muncul di masa depan," kata Heng, dikutip dari The Guardian. (evn)