Astronom Kembali Temukan Objek Misterius di Lubang Hitam

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 00:01 WIB
Astronom Kembali Temukan Objek Misterius di Lubang Hitam Ilustrasi. (Foto: Vincentiu Solomon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim peneliti yang terdiri dari beberapa astronom kembali temukan tiga objek misterius yang disebut dengan G-objects, bergerak mengitari lubang hitam berukuran super masif yang disebut dengan Sagittarius A. G-objects sampai saat ini masih misterius, peneliti tidak dapat menentukan apakah objek tersebut bintang atau hanya awan gas.

Dilansir dari Earthsky para astronom menyebut G-objects terlihat sebagai awan gas namun berperilaku seperti bintang. Tiga G-object baru ini dinamakan G3, G4, dan G5.

Sebelumnya peneliti telah menemukan dua G-Object yang awalnya diduga sebagai awan gas. G1 ditemukan pada 2004 dan G2 ditemukan pada 2012. Akan tetapi kedua objek itu tidak hancur oleh tarikan gravitasi Sagittarius A saat berada di posisi sangat dekat dengan lubang hitam tersebut.


Dengan menganalisis data yang telah dikumpulkan selama12 tahun dari Observatorium W.M. Keck di Hawai Ahli Astronomi kembali temukan tiga G-objects yang memiliki kesamaan fisik dengan dua G-Objects yang sebelumya telah ditemukan. Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Observatorium W.M Keck, Galactic Center Group dari University of California Los Angeles (UCLA) dan Instituto de Astrofisica de Andalucia (CSIC) di Granada, Spanyol.
G-Objects dianggap unik karena mereka diselumuti oleh lapisan awan dan gas yang membuatnya sulit untuk dideteksi oleh para peneliti. para peneliti sangat tertarik dengan G-Object untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

"Objek padat ini bergerak sangat cepat mendekati lubang hitam supermasif galaksi kita. Sangat menarik untuk melihat mereka bergerak dari tahun ke tahun. Bagaimana mereka bisa sampai di sana? Dan apa yang akan terjadi? Mereka pasti punya cerita yang menarik untuk diceritakan," kata ketua tim peneliti sekaligus anggota Galactic Center Group Anna Ciurlo seperti yang dilansir dari Earthsky.

Untuk mengungkap tabir rahasia dari G3, G4, dan G5, tim peneliti sedang mengembangkan perangkat lunak yang disebut dengan OH-Suppressing Infrared Imaging Spectrograph Volume Display (OsrsVol). Nantinya akan memungkinkan para ahli untuk dapat melihat menembus lapisan berkabut G-Objects. Perangkat lunak ini akan membuat peneliti bisa mengikuti pergerakan dan perilaku G-Objects di sekitar Sagittarius A.

"OssrVol memungkinkan kami untuk mengisolasi G-Objects dari latar berkabut dan menganalisis data spektral yang akan memberikan informasi kecepatan. Kita juga akan bisa melacak gerakan mereka," kata Ketua Operasi di Observatorium Keck Randy Campbell.

Tim astronom ini mengatakan pasti ada penyebab mengapa G-Object berukuran lebih besar dari bintang biasa. Mereka memperkirakan ini akibat dari tabrakan dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Tabrakan antar bintang ini bisa terjadi di pusat galaksi selama gravitasi dari lubang hitam berukuran supermasif mampu mempengaruhi daerah sekitarnya.

Dalam periode waktu yang panjang gravitasi ini mengubah orbit dari dua bintang sehingga kedua bintang tersebut bertabarkan. G-Objects terbentuk dari penggabungan akibat tabrakan tersebut.

Para peneliti akan terus mengamati bentuk dan ukuran G-Objects. Mereka berharap ini akan membawa mereka untuk mengungkap bagaimana G-Object terbentuk. Mereka juga akan memerhatikan ketika G-Object berada pada jarak terdekatnya dengan Sagittarius A. Ini merupakan kabar buruk karena pergerakan ini akan memakan waktu paling dekat setidaknya 20 tahun, (age)