Proton Dibantu Geely Serbu China

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 13:19 WIB
Proton Dibantu Geely Serbu China Proton dibantu Geely untuk merauk keuntungan di pasar otomotif China. (AFP FILES / TEH ENG KOON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proton dan Geely mengungkapkan telah menandatangani tentang perakitan dan penjualan mobil Proton di China. Melalui kesepakatan ini, Proton akan mendapatkan dukungan penuh dari Geely untuk memproduksi model-model kendaraan baru yang akan dipasarkan di negeri tirai bambu dan negara potensial lain.

Dilansir Reuters, pihak Geely menyatakan bahwa kerja sama ini akan memberi akses kepada Proton untuk dapat menggunakan teknologi ramah lingkungan dan platform teknologi lain yang Geely kembangkan dengan merek Volvo yang mereka naungi.

"Penandatanganan perjanjian ini akan memperluas hubungan kami dan membawa kerja sama kami ke tahap berikutnya," kata pendiri dan kepala eksekutif Geely Li Shufu di Hangzhou, China pada akhir pekan lalu.
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad juga turut hadir dalam penantanganan kerja sama ini. Ia meluangkan waktu di tengah lima hari kunjungannya untuk menemui Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang di Beijing.


Sebagai tahap kerja sama berikutnya, Proton akan segera mulai mempelajari kelayakan untuk memasuki pasar China.

Geely serta Proton yang masing-masing mengisi pasar harga menengah dan terjangkau diharapkan dapat menguasai pasar otomotif lewat jajaran model yang tersedia dan yang akan datang.
Selain berekspansi ke China dan Asia Tenggara, Geely juga berharap teknologi yang diusung dapat menjadi 'pelicin' untuk merangsek ke pasar otomotif Inggris, India, dan Australia.

Kesepakatan ini lahir atas komitmen kerja sama Geely Holding Group, dan DRB-Hicom selaku pemilik Proton, di mana Geely telah sepakat untuk membeli 49,9 persen saham Proton pada tahun lalu.

Proton adalah produsen otomotif nasional Malaysia yang didirikan pada tahun 1983 oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Proton tertarik dibeli Geely karena perusahaan tersebut memiliki perusahaan otomotif asal Swedia, Volvo. (gfs/mik)